Rabu, 28 November 2018

PBC2 #7


Psikologi bisnis
Review dosen tamu

HR akronim dari Human Resources (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
HR lama menjadi HR baru , planning untuk kedepan :
Seperti apakah bisnis 5 tahun kedepan?
·         Administrasi
·         Daftar gaji
·         Daftar presensi

Tugas, Tanggung Jawab dan Peran HR
·         Persiapan ( Preparation )
·         Rekruitmen Tenaga Kerja ( Recruitment )
·         Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )
·         Pengembangan dan Evaluasi Karyawan ( Development and Evaluation )
·         Akan ada area yang tidak mungkin digantikan oleh teknologi, contohnya seperti softskill

v  Redefining sourcing and recruitment
Contohnya adalah anda disuruh untuk bermain game

v  Virtual reality in boarding
v  Removing redundancies in HR operation
v  Redefining learning
Contohnya adalah bekerjasama dengan perpustakaan Universitas Harvard


Psikologi bisnis
Review dosen tamu

HR akronim dari Human Resources (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
HR lama menjadi HR baru , planning untuk kedepan :
Seperti apakah bisnis 5 tahun kedepan?
·         Administrasi
·         Daftar gaji
·         Daftar presensi

Tugas, Tanggung Jawab dan Peran HR
·         Persiapan ( Preparation )
·         Rekruitmen Tenaga Kerja ( Recruitment )
·         Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )
·         Pengembangan dan Evaluasi Karyawan ( Development and Evaluation )
·         Akan ada area yang tidak mungkin digantikan oleh teknologi, contohnya seperti softskill

v  Redefining sourcing and recruitment
Contohnya adalah anda disuruh untuk bermain game

v  Virtual reality in boarding
v  Removing redundancies in HR operation
v  Redefining learning
Contohnya adalah bekerjasama dengan perpustakaan Universitas Harvard

Kamis, 15 November 2018

Tfs

 UPAYA-UPAYA THE BODY SHOP
MENDUKUNG PENERAPAN PRINSIP
FAIR TRADE DI DALAM AKTIVITAS
BISNISNYA
A. Pelaksanaan Environmental Principle
oleh The Body Shop
B. Penerapan Wood Sourcing Policy pada
produk The Body Shop berbahan kayu
C. Program Wood Positive The Body
Shop sebagai kompensasi penggunaan
kertas
D. Perlindungan Hutan dari
pengalihfungsian lahan oleh Kuapa
Kokoo, produsen kokoa untuk The
Body Shop
E. Perlindungan Hutan dari
pengalihfungsian lahan oleh Candela,
produsen minyak kacang Brazil untuk
The Body Shop
F. Pelaksanaan peduli lingkungan dalam
internal perusahaan The Body Shop
 UPAYA-UPAYA THE BODY SHOP
MENDUKUNG PENERAPAN PRINSIP
FAIR TRADE DI DALAM AKTIVITAS
BISNISNYA
A. Pelaksanaan Environmental Principle
oleh The Body Shop
B. Penerapan Wood Sourcing Policy pada
produk The Body Shop berbahan kayu
C. Program Wood Positive The Body
Shop sebagai kompensasi penggunaan
kertas
D. Perlindungan Hutan dari
pengalihfungsian lahan oleh Kuapa
Kokoo, produsen kokoa untuk The
Body Shop
E. Perlindungan Hutan dari
pengalihfungsian lahan oleh Candela,
produsen minyak kacang Brazil untuk
The Body Shop
F. Pelaksanaan peduli lingkungan dalam
internal perusahaan The Body Shop

Selasa, 13 November 2018

PBC2 #6


Visi dan misi
Visi
Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Visi yang efektif memiliki karakteristik :
1.      Imagible (dapat di bayangkan)
2.      Desirable (menarik).
3.       Feasible (realities dan dapat dicapai).
4.       Focused (jelas).
5.       Flexible (aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan).
6.       Communicable (mudah dipahami).

Visi bagi organisasi atau perusahaan dapat digunakan sebagai:
1.       Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan
2.      Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya
3.       Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan (corporate culture)

Misi
Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8)
Langkah penyusunan misi yang umum dilakukan oleh organisasi atau perusahaan adalah dengan mengikuti tahap-tahap berikut ini:
1.         Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa kata yang menggambarkan organisasi
2.         Penyusunan prioritas dan pemfokusan pada kata-kata yang paling penting
3.         Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang menggambarkan misi perusahaan
4.         Mengedit kata-kata sampai terdengar benar atau sampai setiap orang kelelahan untuk adu argumentasi berkaitan dengan kata atau fase favorit mereka.
Alfamart
Vision
"Menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global"
“To be Indonesia’s largest and globally competitive widely owned retail distribution network that empowers small entrepreneurs and fulfills customer needs and expectations"
Mission
  • Memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan berfokus pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul / To satisfy customer needs and expectations by focusing on high quality products and services.
  • Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku/ etika bisnis yang tinggi /To implement ethical business practices, to be the best in all of our actions.
  • Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan cara menumbuh-kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha / To develop entrepreneurial spirits and skills in the Company and the society.
  • Membangun organisasi global yang terpercaya, sehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi para pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya / To develop a reliable, healthy and growing organization which benefits all stakeholders.
 Mc Donald
Visi
Visi McDonald’s adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald’s selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Senyum konsumen adalah hal penting untuk McDonald's.
Misi
1. Menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan kami di setiap komunitas di seluruh dunia.
2. Menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap konsumen kami di setiap restoran cabang McDonald’s.
3. Terus mengalami perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.
Samsung
Visi
Menginspirasi dunia, menciptakan masa depan
misi
menginspirasi dunia dengan teknologi inovatif, produk dan desain yang memperkaya kehidupan masyarakat dan berkontribusi pada kemakmuran sosial dengan menciptakan masyarakat baru

SMA Taruna Nusantara Magelang
V I S I
Sekolah yang membentuk Kader pemimpin bangsa berkualitas dan berkarakter yang berwawasan Kebangsaan, Kejuangan, Kebudayaan, dengan bercirikan Kenusantaraan serta memiliki daya saing Nasional maupun Internasional
M I S I
1.      Menyiapkan kader pemimpin bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
2.      Menyiapkan kader pemimpin bangsa yang berkualitas, berkarakter dan berbudaya
3.      Menyiapkan lulusan yang memiliki kesetiaan terhadap Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
4.      Menyiapkan lulusan yang memiliki potensi kepemimpinan yang berwawasan Kebangsaan, Kejuangan, Kebudayaan, bercirikan Kenusantaraan
5.      Menyiapkan lulusan yang memiliki keunggulan komparatif, kompetitif, dan distingtif dalam aspek Akademik, Kepribadian dan Kesamaptaan Jasmani serta kemampuan IPTEK sehingga mempunyai daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Internasional
BNI
Visi BNI
Menjadi Lembaga Keuangan yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja
Misi BNI
·         Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama.
·         Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
·         Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi.
·         Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan komunitas.
·         Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik.

Visi misi saya sendiri
Visi
Menjadi warga masyarakat yang berkualitas sehingga berguna bagi nusa, bangsa dan negara.
Misi
Menjalankan sila-sila pancasila
Meningkatkan kepedulian antar sesama makhluk hidup



Daftar pustaka
Yunus, Eddy. (2016). Manajemen Strategis. CV Andi offset. Yogyakarta.
http://corporate.alfamartku.com/visi-misi-perusahaan
https://mcdonalds.co.id/tentang-mcdonalds/info-perusahaan/visi-misi
https://www.samsung.com/id/aboutsamsung/vision/vision2020/
http://taruna-nusantara-mgl.sch.id/visi-dan-misi/



Visi dan misi
Visi
Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Visi yang efektif memiliki karakteristik :
1.      Imagible (dapat di bayangkan)
2.      Desirable (menarik).
3.       Feasible (realities dan dapat dicapai).
4.       Focused (jelas).
5.       Flexible (aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan).
6.       Communicable (mudah dipahami).

Visi bagi organisasi atau perusahaan dapat digunakan sebagai:
1.       Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan
2.      Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya
3.       Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan (corporate culture)

Misi
Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8)
Langkah penyusunan misi yang umum dilakukan oleh organisasi atau perusahaan adalah dengan mengikuti tahap-tahap berikut ini:
1.         Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa kata yang menggambarkan organisasi
2.         Penyusunan prioritas dan pemfokusan pada kata-kata yang paling penting
3.         Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang menggambarkan misi perusahaan
4.         Mengedit kata-kata sampai terdengar benar atau sampai setiap orang kelelahan untuk adu argumentasi berkaitan dengan kata atau fase favorit mereka.
Alfamart
Vision
"Menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global"
“To be Indonesia’s largest and globally competitive widely owned retail distribution network that empowers small entrepreneurs and fulfills customer needs and expectations"
Mission
  • Memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan berfokus pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul / To satisfy customer needs and expectations by focusing on high quality products and services.
  • Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku/ etika bisnis yang tinggi /To implement ethical business practices, to be the best in all of our actions.
  • Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan cara menumbuh-kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha / To develop entrepreneurial spirits and skills in the Company and the society.
  • Membangun organisasi global yang terpercaya, sehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi para pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya / To develop a reliable, healthy and growing organization which benefits all stakeholders.
 Mc Donald
Visi
Visi McDonald’s adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald’s selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Senyum konsumen adalah hal penting untuk McDonald's.
Misi
1. Menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan kami di setiap komunitas di seluruh dunia.
2. Menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap konsumen kami di setiap restoran cabang McDonald’s.
3. Terus mengalami perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.
Samsung
Visi
Menginspirasi dunia, menciptakan masa depan
misi
menginspirasi dunia dengan teknologi inovatif, produk dan desain yang memperkaya kehidupan masyarakat dan berkontribusi pada kemakmuran sosial dengan menciptakan masyarakat baru

SMA Taruna Nusantara Magelang
V I S I
Sekolah yang membentuk Kader pemimpin bangsa berkualitas dan berkarakter yang berwawasan Kebangsaan, Kejuangan, Kebudayaan, dengan bercirikan Kenusantaraan serta memiliki daya saing Nasional maupun Internasional
M I S I
1.      Menyiapkan kader pemimpin bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
2.      Menyiapkan kader pemimpin bangsa yang berkualitas, berkarakter dan berbudaya
3.      Menyiapkan lulusan yang memiliki kesetiaan terhadap Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
4.      Menyiapkan lulusan yang memiliki potensi kepemimpinan yang berwawasan Kebangsaan, Kejuangan, Kebudayaan, bercirikan Kenusantaraan
5.      Menyiapkan lulusan yang memiliki keunggulan komparatif, kompetitif, dan distingtif dalam aspek Akademik, Kepribadian dan Kesamaptaan Jasmani serta kemampuan IPTEK sehingga mempunyai daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Internasional
BNI
Visi BNI
Menjadi Lembaga Keuangan yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja
Misi BNI
·         Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama.
·         Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
·         Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi.
·         Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan komunitas.
·         Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik.

Visi misi saya sendiri
Visi
Menjadi warga masyarakat yang berkualitas sehingga berguna bagi nusa, bangsa dan negara.
Misi
Menjalankan sila-sila pancasila
Meningkatkan kepedulian antar sesama makhluk hidup



Daftar pustaka
Yunus, Eddy. (2016). Manajemen Strategis. CV Andi offset. Yogyakarta.
http://corporate.alfamartku.com/visi-misi-perusahaan
https://mcdonalds.co.id/tentang-mcdonalds/info-perusahaan/visi-misi
https://www.samsung.com/id/aboutsamsung/vision/vision2020/
http://taruna-nusantara-mgl.sch.id/visi-dan-misi/


Rabu, 10 Oktober 2018

PBC2 #5

Senin, 01 Oktober 2018

PBC2 #4


PSIKOLOGI BISNIS II


Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103







Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018




 Bab I
Pendahuluan
Manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan akal pikiran yang dapat berkembang serta  dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan sosial dalam bermasyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan diri manusia dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu berhubungan dengan masyarakat lainnya dalam kehidupan. Sedangkan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya terdapat unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjaga keseimbangan baik secara fisiologis maupun psikologis yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Manusia butuh bekerja agar dapat menghasilkan uang sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dalam pelaksanaannya seringkali dalam pekerjaan diharuskan adanya pengorganisasian sumber daya manusia agar pekerjaan menjadi efisien. Biasanya dalam organisasi ada budaya organisasi, Budaya organisasi merupakan rangkaian dasar dari asumsi-asumsi yang ada. Asumsi tersebut kemudian berkembang di suatu kelompok menjadi acuan bertingkah laku dalam organisasi. Kebiasaan inilah yang akan diwariskan kepada generasi penerus sebagai cara pandang, dasar bertindak dalam organsiasi.



Bab II
Teori

Pengertian budaya organisasi diartikan sebagai persepsi, simbol, prinsip, nilai, dan keinginan untuk mensinergikan kelompok dalam berkerja sama dalam pekerjannya (Larissa A. Grunig, et al). Teori budaya organisasi yang dikemukakan oleh Hodge, Anthony dan Gales (1996) ialah gabungan dari karakteristik organisasi yang terlihat dan tidak terlihat. Sehingga menjadi suatu kebiasaan agar individu menjadi lebih baik.
Menurut Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2001:73) budaya organisasi memiliki fungsi sebagai berikut :
1.     Memberi anggota identitas organisasional
2.     Memfasilitasi komitmen kolektif
3.     Meningkatkan stabilitas system social
4.     Membentuk perilaku dengan membantu anggota menyadari lingkungannya


Bab III
Profil perusahaan
Khong Guan Biscuit Factory Indonesia adalah perusahaan berskala nasional yang bergerak di bidang industri makanan khususnya produk Biskuit, Wafer dan Waferstik. Berdiri sejak tahun 1970, sudah lebih dari 4 dekade kami telah menjadi pemimpin pasar dalam indsutri ini.

Produk-produk yang telah dihasilkan selalu diminati pasar dalam negeri atau bahkan sudah menjadi sebuah keharusan menyantap biskuit Khong Guan. Seperti diketahui "Khong Guan Red Assorted" atau lebih dikenal dengan nama "Khong Guan Merah" sudah lama menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Indonesia sebagai makanan atau oleh-oleh khas lebaran yang harus ada untuk disajikan kepada para saudara dan kerabat di Hari Raya.
VISI
·        MENJADI PRODUSEN TERBAIK DI INDUSTRI MAKANAN DALAM SETIAP KATEGORI
·        DAN MEMBERIKAN PRODUK BERKUALITAS UNTUK MELAYANI PASAR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL.

MISI
·        MENGHASILKAN PRODUK DENGAN STANDAR INTERNASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN
·        BAHAN BAKU BERKUALITAS, PROSES, FASILITAS PRODUKSI TERDEPAN DAN
·        SUMBER DAYA MANUSIA YANG KOMPETEN.

Mottonya : Biskuit Khong Guan "Tak Asing Lagi dan Tak Ada Duanya".
Salah satu pegawai yang saya wawancarai adalah salah satu karyawan yang hampir 15 tahun bekerja di perusahaan tersebut. Budaya untuk selalu datang dan pulang tepat waktu selalu dterapkan oleh perusahaan ini. Setiap jamnya bekerja selalu dikontrol oleh Quality Control agar terjamin mutu dan isi produk yang dibuat. Penggunaan pakaian seragam dan peralatan K3( kesehatan, keselamatan, kerja) selalu dikedepankan.

Bag IV
Analisis

          Berdasarkan hasil wawancara saya kepada pegawai  sebagai narasumber utama, beliau menjelaskan dengan baik budaya organisasi dipabrik tempatnya bekerja. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa beliau terbiasa melakukan budaya tersebut, mengerti, memahami, budaya oganisasi di perusahaan tempatnya bekerja.


Bag V
Kesimpulan
Setiap organisasi memiliki kelebihan masing-masing dalam budaya yang diterapkan di organisasi atau perusahaannya. Dan budaya organisasi merupakan perwujudan dari keinginan, cita-cita dan harapan suatu perusahaan agar meningkatkan kemajuan perusahaan dan menjadikan wellbeing (kesejhteraan) kepada anggota perusahaannya

Referensi
Robbins, SP. (2002). Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta : Erlangga.


PSIKOLOGI BISNIS II


Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103







Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018




 Bab I
Pendahuluan
Manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan akal pikiran yang dapat berkembang serta  dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan sosial dalam bermasyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan diri manusia dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu berhubungan dengan masyarakat lainnya dalam kehidupan. Sedangkan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya terdapat unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjaga keseimbangan baik secara fisiologis maupun psikologis yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Manusia butuh bekerja agar dapat menghasilkan uang sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dalam pelaksanaannya seringkali dalam pekerjaan diharuskan adanya pengorganisasian sumber daya manusia agar pekerjaan menjadi efisien. Biasanya dalam organisasi ada budaya organisasi, Budaya organisasi merupakan rangkaian dasar dari asumsi-asumsi yang ada. Asumsi tersebut kemudian berkembang di suatu kelompok menjadi acuan bertingkah laku dalam organisasi. Kebiasaan inilah yang akan diwariskan kepada generasi penerus sebagai cara pandang, dasar bertindak dalam organsiasi.



Bab II
Teori

Pengertian budaya organisasi diartikan sebagai persepsi, simbol, prinsip, nilai, dan keinginan untuk mensinergikan kelompok dalam berkerja sama dalam pekerjannya (Larissa A. Grunig, et al). Teori budaya organisasi yang dikemukakan oleh Hodge, Anthony dan Gales (1996) ialah gabungan dari karakteristik organisasi yang terlihat dan tidak terlihat. Sehingga menjadi suatu kebiasaan agar individu menjadi lebih baik.
Menurut Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2001:73) budaya organisasi memiliki fungsi sebagai berikut :
1.     Memberi anggota identitas organisasional
2.     Memfasilitasi komitmen kolektif
3.     Meningkatkan stabilitas system social
4.     Membentuk perilaku dengan membantu anggota menyadari lingkungannya


Bab III
Profil perusahaan
Khong Guan Biscuit Factory Indonesia adalah perusahaan berskala nasional yang bergerak di bidang industri makanan khususnya produk Biskuit, Wafer dan Waferstik. Berdiri sejak tahun 1970, sudah lebih dari 4 dekade kami telah menjadi pemimpin pasar dalam indsutri ini.

Produk-produk yang telah dihasilkan selalu diminati pasar dalam negeri atau bahkan sudah menjadi sebuah keharusan menyantap biskuit Khong Guan. Seperti diketahui "Khong Guan Red Assorted" atau lebih dikenal dengan nama "Khong Guan Merah" sudah lama menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Indonesia sebagai makanan atau oleh-oleh khas lebaran yang harus ada untuk disajikan kepada para saudara dan kerabat di Hari Raya.
VISI
·        MENJADI PRODUSEN TERBAIK DI INDUSTRI MAKANAN DALAM SETIAP KATEGORI
·        DAN MEMBERIKAN PRODUK BERKUALITAS UNTUK MELAYANI PASAR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL.

MISI
·        MENGHASILKAN PRODUK DENGAN STANDAR INTERNASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN
·        BAHAN BAKU BERKUALITAS, PROSES, FASILITAS PRODUKSI TERDEPAN DAN
·        SUMBER DAYA MANUSIA YANG KOMPETEN.

Mottonya : Biskuit Khong Guan "Tak Asing Lagi dan Tak Ada Duanya".
Salah satu pegawai yang saya wawancarai adalah salah satu karyawan yang hampir 15 tahun bekerja di perusahaan tersebut. Budaya untuk selalu datang dan pulang tepat waktu selalu dterapkan oleh perusahaan ini. Setiap jamnya bekerja selalu dikontrol oleh Quality Control agar terjamin mutu dan isi produk yang dibuat. Penggunaan pakaian seragam dan peralatan K3( kesehatan, keselamatan, kerja) selalu dikedepankan.

Bag IV
Analisis

          Berdasarkan hasil wawancara saya kepada pegawai  sebagai narasumber utama, beliau menjelaskan dengan baik budaya organisasi dipabrik tempatnya bekerja. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa beliau terbiasa melakukan budaya tersebut, mengerti, memahami, budaya oganisasi di perusahaan tempatnya bekerja.


Bag V
Kesimpulan
Setiap organisasi memiliki kelebihan masing-masing dalam budaya yang diterapkan di organisasi atau perusahaannya. Dan budaya organisasi merupakan perwujudan dari keinginan, cita-cita dan harapan suatu perusahaan agar meningkatkan kemajuan perusahaan dan menjadikan wellbeing (kesejhteraan) kepada anggota perusahaannya

Referensi
Robbins, SP. (2002). Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta : Erlangga.

Minggu, 23 September 2018

PBC2 #3

PSIKOLOGI BISNIS II
Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103







Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018
Bab I
Pendahuluan

Pada era ini manajemen sangat diperlukan untuk tujuan pengembangan dan kesejahteraan diri manusia. Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.
Persaingan antar individu di era globalisai semakin sulit,sehingga sumber daya manusia (SDM) dituntut untuk terus-menerus mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara proaktif. SDM harus menjadi manusia-manusia pembelajar, yaitu pribadi yang mau belajar dan bekerja keras penuh semangat dan tangguh menghadapi masalah


Bab II
Teori

Manajemen adalah ilmu dan seni perencaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan terhadap SDM guna mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan. Proses Manajemen (Drs Oey Liang Lee). Atau menurut (John D. Millet, Managemen in the public service) bahwa pengertian manajemen adalah proses dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.
Perencanaan adalah proses penyusunan tujuan dan sasaran organisasi serta penyusunan "peta kerja" yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut.
Apabila rencana tidak tersusun, pengorganisasian menjadi penting yang merupakan proses penghimpunan sumber daya manusia, upaya pemaduan sumber daya, modal, dan peralatan dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan.
Pemotivasian (pengarahan) memainkan peranan besar dalam menentukan level prestasi pegawai, yang pada gilirannya, mempengaruhi efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Pengendalian merupakan proses pemberian balikan hasil dan tindak lanjut pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tindakan penyesuaian yang diperlukan apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan.



Sejarah manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
Manajemen dipandang dari berbagai perpektif yang ada, mempunyai dasar yang kuat yang tidak terlepas dari perpaduan antara ilmu dan seni. Manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain. Intinya bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama.
Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. sebagai ilmu adalah melihat bagaimana manajemen dihubungkan dengan Seni dalam manajemen yaitu membentuk manusia menjadi lebih efektif dari yang sudah dan sedang mereka lakukan tanpamasyarakat lain. Ilmu adalah pada bagaimana anda melakukannya, yaitu: planning, organizing, directing dan monitoring. Sehingga manajemen prinsip-prinsip manajemen dan telah di organisasi menjadi teori

Fungsi Manajemen

a. Planning
Merupakan suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja.

b. Organizing
Kegiatan yang meliputi penetapan struktur, tugas dan kewajiban, fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi.

c. Staffing
Termasuk perekrutan karyawan, pemanfaatan, pelatihan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya karyawan tersebut dengan efektif. Tujuan dari staffing adalah untuk mengusahakan tersedianya sumber daya karyawan yang terbaik untuk organisasi tersebut.

d. Directing
Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan, bimbingan, motivasi, dan pengarahan, sehingga karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.

e. Coordinating
Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan.

f. Reccording and Reporting
Mencatat dan melaporkan secara terinci dengan tujuan evaluasi terhadap yang telah diperoleh dan yang masih perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan.

g. Budgeting
Meliputi penyediaan dana ataupun sarana dan prasarana serta penetapan anggaran sebagai strategi untuk pelaksanaan program yang akan berlangsung.

h. Evaluating
Menilai kinerja karyawan secara keseluruhan dalam menyelesaikan tugas dan kewajibannya untuk mencapai tujuan organisasi.















Bab III
Kasus


Kisah dimulai dari seseorang yang misterius yang merekrut empat orang pesulap yaitu Daniel (Jesse Eisenberg) yang ahli bermain kartu, Henley (Isla Fisher) yang ahli permainan berbahaya, Jack Wilder (Dave Franco) yang ahli kecepatan tangan, Merrit (Woody Harrelson) yang ahli hipnotis. Mereka tidak tahu apa dan siapa orang misterius yang mengundang mereka untuk masuk kedalam suatu misi tertentu. Semua dibuat dan direncanakan secara detil selama satu tahun. Setelah itu mereka muncul ke hadapan publik dengan menamakan kelompok mereka four horseman alias empat pesulap. Pertunjukan pertamanya dilakukan di Las Vegas dengan sponsor Arthur Tressler (Michael Caine) pemilik perusahaan asuransi. The Four Horsemen berencana untuk kembali tampil di hadapan publik dengan membajak sebuah acara peluncuran handphone terbaru yang ditengarai bisa meretas privasi penggunanya. Di sini adegan pergantian baju Daniel Atlas sungguh ajaib dan penuh dengan special effect. Dari pelayan makanan, berubah jadi panitia penyelenggara, lalu berubah jadi petugas keamanan. Semua trik yang dilakukan The Four Horsemen sungguh tidak masuk akal. Mungkin itu namanya sulap. Saat itu pula FBI mengetahui bahwa Dyan Rhodes memiliki hubungan dengan The Four Horsemen. Untuk organisasi sekelas FBI, rasanya sangnat terlambat kalau mereka baru mengetahuinya setelah 1 tahun berselang.
Kemudian aksi mereka dikacaukan oleh oknum bernama Walter Mabry, seorang penguasa teknologi yang kemudian berhasil menjebak The Four Horsemen dan memaksa mereka untuk melakukan aksi pencurian yang nyaris mustahil untuk dilakukan.
Salah satu adegan yang cukup mustahil adalah saat pencurian. Hati-hati spoiler. The Four Horsemen memiliki misi untuk mencuri chip dari sebuah laboratorium dengan penjagaan ketat. Dengan banyaknya petugas keamananan, rasanya nyaris tidak mungkin mereka bisa melakukannya. Chip tersebut rencananya bakal diselundupkan ke luar laboratorium dengan menempelkannya di sebuah kartu. Keempat orang ini dengan mudahnya melawan prinsip-prinsip dasar hukum alam, mengalihkan kartu itu dari satu sepatu ke sepatu yang lain, dari satu lengan baju ke lengan baju yang lain, dari satu celana ke celana yang lain, dari bawah kerah ke bra, dan begitu seterusnya. Seolah kamu bakal melihat adegan di Harry Potter. Sungguh di luar logika.

Bab IV
Analisis

Saya mengambil film berjudul Now You See Me (2013), sebuah film Amerika Serikat yang mengajarkan belajar tentang perencanan, persiapan, dan evaluasi dari sebuah pekerjaannya sebagai tukang sulap demi mencapai keberhasilan. Setiap selesai kegiatan sulap menyulapnya selalu menjadi bahan evaluasi, apakah dapat ditampilkan dipublik atau tidak . Dimaksudkan bahwa fungsi manajemen di film ini sangat ditunjukkan.


Bab IV
Kesimpulan dan saran

Kesimpulannya The Four Horsemen melakukan kegiatan Fungsi Manajemen Planning ( fungsi perencanaan ), Organizing ( fungsi pengorganisasian ), Directing ( pengarahan ), Controlling ( pengendalian ). Sedangkan sarannya adalah agar kegiatan POAC dikembangkan menjadi Plannin,  Organizing, Staffing, Directing, Coordinating,  Reccording and Reporting, Budgeting,  Evaluating



















Daftar pustaka

Matteson, MT., Konopaske, R., & Ivancevich, JM. (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta : Erlangga.
Gunawan, Imam. (2008). Sejarah Manajemen. Kediri: Bumi Aksara
https://id.wikipedia.org/wiki/Now_You_See_Me_(film)
PSIKOLOGI BISNIS II
Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103







Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018
Bab I
Pendahuluan

Pada era ini manajemen sangat diperlukan untuk tujuan pengembangan dan kesejahteraan diri manusia. Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.
Persaingan antar individu di era globalisai semakin sulit,sehingga sumber daya manusia (SDM) dituntut untuk terus-menerus mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara proaktif. SDM harus menjadi manusia-manusia pembelajar, yaitu pribadi yang mau belajar dan bekerja keras penuh semangat dan tangguh menghadapi masalah


Bab II
Teori

Manajemen adalah ilmu dan seni perencaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan terhadap SDM guna mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan. Proses Manajemen (Drs Oey Liang Lee). Atau menurut (John D. Millet, Managemen in the public service) bahwa pengertian manajemen adalah proses dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.
Perencanaan adalah proses penyusunan tujuan dan sasaran organisasi serta penyusunan "peta kerja" yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut.
Apabila rencana tidak tersusun, pengorganisasian menjadi penting yang merupakan proses penghimpunan sumber daya manusia, upaya pemaduan sumber daya, modal, dan peralatan dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan.
Pemotivasian (pengarahan) memainkan peranan besar dalam menentukan level prestasi pegawai, yang pada gilirannya, mempengaruhi efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Pengendalian merupakan proses pemberian balikan hasil dan tindak lanjut pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tindakan penyesuaian yang diperlukan apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan.



Sejarah manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
Manajemen dipandang dari berbagai perpektif yang ada, mempunyai dasar yang kuat yang tidak terlepas dari perpaduan antara ilmu dan seni. Manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain. Intinya bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama.
Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. sebagai ilmu adalah melihat bagaimana manajemen dihubungkan dengan Seni dalam manajemen yaitu membentuk manusia menjadi lebih efektif dari yang sudah dan sedang mereka lakukan tanpamasyarakat lain. Ilmu adalah pada bagaimana anda melakukannya, yaitu: planning, organizing, directing dan monitoring. Sehingga manajemen prinsip-prinsip manajemen dan telah di organisasi menjadi teori

Fungsi Manajemen

a. Planning
Merupakan suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja.

b. Organizing
Kegiatan yang meliputi penetapan struktur, tugas dan kewajiban, fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi.

c. Staffing
Termasuk perekrutan karyawan, pemanfaatan, pelatihan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya karyawan tersebut dengan efektif. Tujuan dari staffing adalah untuk mengusahakan tersedianya sumber daya karyawan yang terbaik untuk organisasi tersebut.

d. Directing
Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan, bimbingan, motivasi, dan pengarahan, sehingga karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.

e. Coordinating
Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan.

f. Reccording and Reporting
Mencatat dan melaporkan secara terinci dengan tujuan evaluasi terhadap yang telah diperoleh dan yang masih perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan.

g. Budgeting
Meliputi penyediaan dana ataupun sarana dan prasarana serta penetapan anggaran sebagai strategi untuk pelaksanaan program yang akan berlangsung.

h. Evaluating
Menilai kinerja karyawan secara keseluruhan dalam menyelesaikan tugas dan kewajibannya untuk mencapai tujuan organisasi.















Bab III
Kasus


Kisah dimulai dari seseorang yang misterius yang merekrut empat orang pesulap yaitu Daniel (Jesse Eisenberg) yang ahli bermain kartu, Henley (Isla Fisher) yang ahli permainan berbahaya, Jack Wilder (Dave Franco) yang ahli kecepatan tangan, Merrit (Woody Harrelson) yang ahli hipnotis. Mereka tidak tahu apa dan siapa orang misterius yang mengundang mereka untuk masuk kedalam suatu misi tertentu. Semua dibuat dan direncanakan secara detil selama satu tahun. Setelah itu mereka muncul ke hadapan publik dengan menamakan kelompok mereka four horseman alias empat pesulap. Pertunjukan pertamanya dilakukan di Las Vegas dengan sponsor Arthur Tressler (Michael Caine) pemilik perusahaan asuransi. The Four Horsemen berencana untuk kembali tampil di hadapan publik dengan membajak sebuah acara peluncuran handphone terbaru yang ditengarai bisa meretas privasi penggunanya. Di sini adegan pergantian baju Daniel Atlas sungguh ajaib dan penuh dengan special effect. Dari pelayan makanan, berubah jadi panitia penyelenggara, lalu berubah jadi petugas keamanan. Semua trik yang dilakukan The Four Horsemen sungguh tidak masuk akal. Mungkin itu namanya sulap. Saat itu pula FBI mengetahui bahwa Dyan Rhodes memiliki hubungan dengan The Four Horsemen. Untuk organisasi sekelas FBI, rasanya sangnat terlambat kalau mereka baru mengetahuinya setelah 1 tahun berselang.
Kemudian aksi mereka dikacaukan oleh oknum bernama Walter Mabry, seorang penguasa teknologi yang kemudian berhasil menjebak The Four Horsemen dan memaksa mereka untuk melakukan aksi pencurian yang nyaris mustahil untuk dilakukan.
Salah satu adegan yang cukup mustahil adalah saat pencurian. Hati-hati spoiler. The Four Horsemen memiliki misi untuk mencuri chip dari sebuah laboratorium dengan penjagaan ketat. Dengan banyaknya petugas keamananan, rasanya nyaris tidak mungkin mereka bisa melakukannya. Chip tersebut rencananya bakal diselundupkan ke luar laboratorium dengan menempelkannya di sebuah kartu. Keempat orang ini dengan mudahnya melawan prinsip-prinsip dasar hukum alam, mengalihkan kartu itu dari satu sepatu ke sepatu yang lain, dari satu lengan baju ke lengan baju yang lain, dari satu celana ke celana yang lain, dari bawah kerah ke bra, dan begitu seterusnya. Seolah kamu bakal melihat adegan di Harry Potter. Sungguh di luar logika.

Bab IV
Analisis

Saya mengambil film berjudul Now You See Me (2013), sebuah film Amerika Serikat yang mengajarkan belajar tentang perencanan, persiapan, dan evaluasi dari sebuah pekerjaannya sebagai tukang sulap demi mencapai keberhasilan. Setiap selesai kegiatan sulap menyulapnya selalu menjadi bahan evaluasi, apakah dapat ditampilkan dipublik atau tidak . Dimaksudkan bahwa fungsi manajemen di film ini sangat ditunjukkan.


Bab IV
Kesimpulan dan saran

Kesimpulannya The Four Horsemen melakukan kegiatan Fungsi Manajemen Planning ( fungsi perencanaan ), Organizing ( fungsi pengorganisasian ), Directing ( pengarahan ), Controlling ( pengendalian ). Sedangkan sarannya adalah agar kegiatan POAC dikembangkan menjadi Plannin,  Organizing, Staffing, Directing, Coordinating,  Reccording and Reporting, Budgeting,  Evaluating



















Daftar pustaka

Matteson, MT., Konopaske, R., & Ivancevich, JM. (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta : Erlangga.
Gunawan, Imam. (2008). Sejarah Manajemen. Kediri: Bumi Aksara
https://id.wikipedia.org/wiki/Now_You_See_Me_(film)

Rabu, 19 September 2018

PB2C #2

PSIKOLOGI BISNIS II
RANGKUMAN PROSES ORGANISASI DAN STRUKTUR BISNIS
Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103





Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018

Proses Organisasi

Struktur organisasi
spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan didalam organisasi dan bagaimana mengaitkan satu pekerjaan dengan pekerjaan lain.

Bagan organisasi untuk memperjelas struktur dan menunjukan karyawan dimana posisi mereka dalam operasi perusahaan. Bagan organisasi dalam peusahaan jauh lebih kompleks dan menakup beragam individu diberbagai tingkatan.




faktor penentu struktur organisasi faktor utamanya adalah misi dan strategi organisasi.
Unsur-unsur pembentuk struktur oganisasi
1.     Spesialisasi. menentukan siapa yang akan mengerjakan apa.
2.     Departementalisasi. Menentukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan orang-orang yang melaksanakan tugas tertentu
3.     Menciptakan hierarki pengambilan keputusan. Memutuskan siapa yang akan diberikan tanggung jaab membuat keputusan tertentu dan siapa yang memiliki wewenang atas kelompok tertentu.

Spesialisasi
Proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya menghasilkan spesialisasi pekerjaan.
Departementalisasi
Pekerjaan tersebut hus dikelompokkan ke dalam unit-unit logis.
·        Departementalisasi fungsional  = membentuk departemen berdasarkan fungsi atau kegiatan kegiatan kelompok yang bersangkutan.
·        Departementalisasi produk = membagi organsasi berdasarkan produk atau jasa tertentu yang diciptakan.
·        Departementalisasi proses = pembagian yang digunakan organisasi berdasarkan proses yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
·        Departementalisasi pelanggan = meniptakan departemen yang menawarkan produk, dan memenuhi kebutuhan kelompok.
·        Departementalisasi geografis = membagi perusahaan berdasarkan
·        Badan departementalisasi majemuk = karena bentuk departementalisasi memiliki keuntungan yang berbeda, ketika perusahaan berkembang mereka cenderun menerapkan berbagai jenis departementalisasi pada tingkatan tertentu.

Menetapkan hierarki pengambilan keputusan
Mendistribusikan tersentralisasi dan desentralisasi
·        Organisasi tersentralisasi = sebagian wewenang pengambilan keputusan dipegang oleh manajer pada tingkatan yang lebih tinggi.
·        Organisasi terdesentralisasi = wewenang pengambilan keputusan didelegasikan ke berbagai tingkatan manajemen dibawah manajemen puncak.

Organisasi tinggi dan datar
Semakin tinggi organisasi maka semakin tinggi strukturnya.
Rentang kendali
Dalam organisasi tinggi rentang kendali cenderung lebih sempit.

Proses delegasi
Proses manajer mengalokasikan pekerjaan kepada bawahan.
1.     Menetapkan tanggung jawab
2.     Memberikan wewenang
3.     Menciptakan akuntabilitas

Tiga bentuk wewenang
·        Wewenang lini = mengalir keatas dan kebawah rantai komando
·        Wewenang staf = pemberian saan kepada manajer lini dalam bisang-bidang tertentu
·        Wewenang tim dan komite = memainkan peanan inti dalam operasi harian perusahaan.

Bentuk-bentuk dasar struktur organisasi
·        Struktur fungsional = hubungan antara fungsi dan kegiatan kelompok menentukan wewenang.
·        Struktur divisional = membentuk struktur berdasarkan divisi berbasis produk yang mencerminkan pemisahan bisnis dimasing-masing divisi menghasilkan dan pemasaran
·        Struktur matriks = perpaduan antara dua struktur yang terpisah, lebih disukai daripada struktur sederhana
·        Struktur internasional = pendekatan struktur organisasi yang dikembangkan untuk merespon kebutuhan, memproduksi, membeli dan menjual dipasar global.

Desain organisasi
·        Organisasi pembelajaran = organisasi yang mengintegrasikan pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan.

Organisasi informan = interaksi sosial keseharian antarkaryawan yang melampaui pekerjaan formal dan relasi pekerjaan, secara efektif mengubah struktur formal suatu perusahaan.
·        Kelompok informal = sekelompok nindividu yang saling interaks. Mereka bisa saja adalah orang yang bekerja secara formal atau hanya berkumpul untuk makan siang, selama jam istirahat atau setelah pulang kerja.
·        Desas-desus organisasi = jaringan komunikasi informal yang bisa menjalar ke seluruh bagian organisasi.
Intrapeneuring = menciptakan dan mempertahankan inovasi dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil didalam lingkup struktur organisasi yang besar.








Proses Bisnis
Pengertian Proses Bisnis : (Hammer dan Champy’s, 1993)
Kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih inputan dan menghasilkan output yang bermanfaat/bernilai bagi pelanggan.
Manfaat Manajemen Proses Bisnis
·        Meningkatkan Kemampuan Bisnis
·        Mengurangi Biaya Dan Meningkatkan Keuntungan
·        Meningkatkan Efisiensi
·        Visibilitas Yang Lebih Baik
·        Meningkatkan Ketaatan, Keselamatan dan Keamanan

Terdapat 3 jenis proses bisnis, yaitu :
1.     Proses manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Strategis
2.     Proses operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
3.     Proses pendukung, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.
Tahapan proses bisnis dalam suatu perusahaan antara lain :
  •  Analisis Kegiatan Usaha
Dalam tahapan ini manajemen perusahaan bersama pemilik perusahaan melakukan diskusi dan analisis tentang kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan, misalnya usaha dibidang industri, perdagangan atau jasa. Hal ini dilakukan agar manajemen mengetahui serta menentukan proses bisnis yang akan digunakan oleh perusahaan.
  • Penentuan Proses Bisnis
Pada tahapan ini manajemen akan membuat atau menentukan bentuk proses bisnis dari usaha yang telah dipilih oleh perusahaan tersebut, mulai dari proses bisnis tentang jenis biaya-biaya yang dikeluarkan sampai dengan proses bisnis memperoleh pendapatan atau penghasilan.
  • Pelaksanaan Proses Bisnis
Tidak kalah pentingnya dari penentuan proses bisnis dari perusahaan adalah pelaksanaan proses bisnis itu sendiri, karena sebagus apapapun suatu proses bisnis tetapi tidak dilaksanakan tidak akan bermanfaat bagi perusahaan. Sehingga sangat penting bagi setiap bagian atau divisi dan karyawan perusahaan untuk menjalankan dengan benar seluruh proses bisnis yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan.
  • Evaluasi Proses Bisnis

Untuk mengetahui apakah suatu proses bisnis telah dijalankan oleh semua karyawan bagian atau divisi dari perusahaan dan apakah proses bisnis tersebut telah memberikan manfaat bagi perusahaan, maka diperlukan suatu evaluasi dari pelaksanaan proses bisnis tersebut. Suatu evaluasi dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan atau setiap tahun, tergantung kebijakan manajemen perusahaan. Akan tetapi suatu evaluasi akan lebih efektif apabila dilakukan setiap bulan. Dengan seringnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proses bisnis, maka akan diperoleh suatu proses bisnis yang paling memberikan manfaat bagi perusahaan. 

referensi 
Yunus,Eddy. (2016). Manajemen Strategis. Yogyakarta ; CV. Andi Offset

Sattar. (2017). Proses Bisnis. Yogyakarta ; CV. Budi Utama
PSIKOLOGI BISNIS II
RANGKUMAN PROSES ORGANISASI DAN STRUKTUR BISNIS
Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103





Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018

Proses Organisasi

Struktur organisasi
spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan didalam organisasi dan bagaimana mengaitkan satu pekerjaan dengan pekerjaan lain.

Bagan organisasi untuk memperjelas struktur dan menunjukan karyawan dimana posisi mereka dalam operasi perusahaan. Bagan organisasi dalam peusahaan jauh lebih kompleks dan menakup beragam individu diberbagai tingkatan.




faktor penentu struktur organisasi faktor utamanya adalah misi dan strategi organisasi.
Unsur-unsur pembentuk struktur oganisasi
1.     Spesialisasi. menentukan siapa yang akan mengerjakan apa.
2.     Departementalisasi. Menentukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan orang-orang yang melaksanakan tugas tertentu
3.     Menciptakan hierarki pengambilan keputusan. Memutuskan siapa yang akan diberikan tanggung jaab membuat keputusan tertentu dan siapa yang memiliki wewenang atas kelompok tertentu.

Spesialisasi
Proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya menghasilkan spesialisasi pekerjaan.
Departementalisasi
Pekerjaan tersebut hus dikelompokkan ke dalam unit-unit logis.
·        Departementalisasi fungsional  = membentuk departemen berdasarkan fungsi atau kegiatan kegiatan kelompok yang bersangkutan.
·        Departementalisasi produk = membagi organsasi berdasarkan produk atau jasa tertentu yang diciptakan.
·        Departementalisasi proses = pembagian yang digunakan organisasi berdasarkan proses yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
·        Departementalisasi pelanggan = meniptakan departemen yang menawarkan produk, dan memenuhi kebutuhan kelompok.
·        Departementalisasi geografis = membagi perusahaan berdasarkan
·        Badan departementalisasi majemuk = karena bentuk departementalisasi memiliki keuntungan yang berbeda, ketika perusahaan berkembang mereka cenderun menerapkan berbagai jenis departementalisasi pada tingkatan tertentu.

Menetapkan hierarki pengambilan keputusan
Mendistribusikan tersentralisasi dan desentralisasi
·        Organisasi tersentralisasi = sebagian wewenang pengambilan keputusan dipegang oleh manajer pada tingkatan yang lebih tinggi.
·        Organisasi terdesentralisasi = wewenang pengambilan keputusan didelegasikan ke berbagai tingkatan manajemen dibawah manajemen puncak.

Organisasi tinggi dan datar
Semakin tinggi organisasi maka semakin tinggi strukturnya.
Rentang kendali
Dalam organisasi tinggi rentang kendali cenderung lebih sempit.

Proses delegasi
Proses manajer mengalokasikan pekerjaan kepada bawahan.
1.     Menetapkan tanggung jawab
2.     Memberikan wewenang
3.     Menciptakan akuntabilitas

Tiga bentuk wewenang
·        Wewenang lini = mengalir keatas dan kebawah rantai komando
·        Wewenang staf = pemberian saan kepada manajer lini dalam bisang-bidang tertentu
·        Wewenang tim dan komite = memainkan peanan inti dalam operasi harian perusahaan.

Bentuk-bentuk dasar struktur organisasi
·        Struktur fungsional = hubungan antara fungsi dan kegiatan kelompok menentukan wewenang.
·        Struktur divisional = membentuk struktur berdasarkan divisi berbasis produk yang mencerminkan pemisahan bisnis dimasing-masing divisi menghasilkan dan pemasaran
·        Struktur matriks = perpaduan antara dua struktur yang terpisah, lebih disukai daripada struktur sederhana
·        Struktur internasional = pendekatan struktur organisasi yang dikembangkan untuk merespon kebutuhan, memproduksi, membeli dan menjual dipasar global.

Desain organisasi
·        Organisasi pembelajaran = organisasi yang mengintegrasikan pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan.

Organisasi informan = interaksi sosial keseharian antarkaryawan yang melampaui pekerjaan formal dan relasi pekerjaan, secara efektif mengubah struktur formal suatu perusahaan.
·        Kelompok informal = sekelompok nindividu yang saling interaks. Mereka bisa saja adalah orang yang bekerja secara formal atau hanya berkumpul untuk makan siang, selama jam istirahat atau setelah pulang kerja.
·        Desas-desus organisasi = jaringan komunikasi informal yang bisa menjalar ke seluruh bagian organisasi.
Intrapeneuring = menciptakan dan mempertahankan inovasi dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil didalam lingkup struktur organisasi yang besar.








Proses Bisnis
Pengertian Proses Bisnis : (Hammer dan Champy’s, 1993)
Kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih inputan dan menghasilkan output yang bermanfaat/bernilai bagi pelanggan.
Manfaat Manajemen Proses Bisnis
·        Meningkatkan Kemampuan Bisnis
·        Mengurangi Biaya Dan Meningkatkan Keuntungan
·        Meningkatkan Efisiensi
·        Visibilitas Yang Lebih Baik
·        Meningkatkan Ketaatan, Keselamatan dan Keamanan

Terdapat 3 jenis proses bisnis, yaitu :
1.     Proses manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Strategis
2.     Proses operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
3.     Proses pendukung, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.
Tahapan proses bisnis dalam suatu perusahaan antara lain :
  •  Analisis Kegiatan Usaha
Dalam tahapan ini manajemen perusahaan bersama pemilik perusahaan melakukan diskusi dan analisis tentang kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan, misalnya usaha dibidang industri, perdagangan atau jasa. Hal ini dilakukan agar manajemen mengetahui serta menentukan proses bisnis yang akan digunakan oleh perusahaan.
  • Penentuan Proses Bisnis
Pada tahapan ini manajemen akan membuat atau menentukan bentuk proses bisnis dari usaha yang telah dipilih oleh perusahaan tersebut, mulai dari proses bisnis tentang jenis biaya-biaya yang dikeluarkan sampai dengan proses bisnis memperoleh pendapatan atau penghasilan.
  • Pelaksanaan Proses Bisnis
Tidak kalah pentingnya dari penentuan proses bisnis dari perusahaan adalah pelaksanaan proses bisnis itu sendiri, karena sebagus apapapun suatu proses bisnis tetapi tidak dilaksanakan tidak akan bermanfaat bagi perusahaan. Sehingga sangat penting bagi setiap bagian atau divisi dan karyawan perusahaan untuk menjalankan dengan benar seluruh proses bisnis yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan.
  • Evaluasi Proses Bisnis

Untuk mengetahui apakah suatu proses bisnis telah dijalankan oleh semua karyawan bagian atau divisi dari perusahaan dan apakah proses bisnis tersebut telah memberikan manfaat bagi perusahaan, maka diperlukan suatu evaluasi dari pelaksanaan proses bisnis tersebut. Suatu evaluasi dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan atau setiap tahun, tergantung kebijakan manajemen perusahaan. Akan tetapi suatu evaluasi akan lebih efektif apabila dilakukan setiap bulan. Dengan seringnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proses bisnis, maka akan diperoleh suatu proses bisnis yang paling memberikan manfaat bagi perusahaan. 

referensi 
Yunus,Eddy. (2016). Manajemen Strategis. Yogyakarta ; CV. Andi Offset

Sattar. (2017). Proses Bisnis. Yogyakarta ; CV. Budi Utama
 
tyas maudi hastuti Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template