Rabu, 27 September 2017

pbc #3 pengantar psikologi bisnis

Hubungan antara psikologi kapital dengan self engagement


Menurut  Fred Luthans mantan kepala American Psychological Association, Kondisi perkembangan psychological state positif dari seseorang dengan karakteristik :

1. yakin terhadap kemampuan diri dalam mengambil dan mengerahkan usaha yang cukup agar berhasil dalam melakukan tugas-tugas yang menantang (self efficacy) ;
2. membuat prediksi positif tentang kesuksesan masa kini, hingga masa depan (Optimisme) ;
3. memiliki harapan dalam mencapai tujuan dan mencari jalan lain agar tujuan tersebut tercapai. (hope) ;
4. mampu bangkit dalam masalah dan rintangan yang dihadapi  (resiliency).

Salah satu contoh (tips) menciptakan PsyCap :
§  Self efficacy: membantu karyawan lain dalam menetapkan tugas yang jelas, terukur dan dapat dicapai oleh mereka sehingga mereka yakin dapat menjalankannya dengan percaya diri.
§  Optimism: Beritakan keberhasilan karyawan atau tim di perusahaan saat mereka berhasil mencapai tujuan.
§  Hope: Beri karyawan lain bantuan untuk membuat perencanaan dalam mencapai kesuksesan.
§  Resilience: Berilah dukungan emosional untuk membantu karyawan mengatasi stres, konflik, kegagalan, atau perubahan tanggung jawab.


jurnal : Job performance  adalah istilah dari kecakapan dengan individu membawa tugas, maksudnya adalah apakah individu tersebut performanya bagus dalam mengerjakan tugas yang diberikan . menurut borman & motowidlo (1993)  didukung ini ide dan menyatakan bahwa  kinerja telah dikonseptualisasikan di istilah dari eksekusi dan penyelesaian dari baiknya definisi tugas.
 kinerja sebagai perilaku dengan sebuah evaluatif aspek. Yang dimaksud adalah kinerja sebagai dasar acuan individu tersebut dalam keadaan sehat atau tidak.



daftar pustaka


http://www.muhammadbaitulalim.com/psychological-capital-psikologi-positif-di-lingkungan-kerja


Peterson, J.Suzanne. (2011). Psychology Capital and Employee Performance: a latent Growth Modelling Approach. Personnel Psychology. 2011, 64, 427 – 450.



Hubungan antara psikologi kapital dengan self engagement


Menurut  Fred Luthans mantan kepala American Psychological Association, Kondisi perkembangan psychological state positif dari seseorang dengan karakteristik :

1. yakin terhadap kemampuan diri dalam mengambil dan mengerahkan usaha yang cukup agar berhasil dalam melakukan tugas-tugas yang menantang (self efficacy) ;
2. membuat prediksi positif tentang kesuksesan masa kini, hingga masa depan (Optimisme) ;
3. memiliki harapan dalam mencapai tujuan dan mencari jalan lain agar tujuan tersebut tercapai. (hope) ;
4. mampu bangkit dalam masalah dan rintangan yang dihadapi  (resiliency).

Salah satu contoh (tips) menciptakan PsyCap :
§  Self efficacy: membantu karyawan lain dalam menetapkan tugas yang jelas, terukur dan dapat dicapai oleh mereka sehingga mereka yakin dapat menjalankannya dengan percaya diri.
§  Optimism: Beritakan keberhasilan karyawan atau tim di perusahaan saat mereka berhasil mencapai tujuan.
§  Hope: Beri karyawan lain bantuan untuk membuat perencanaan dalam mencapai kesuksesan.
§  Resilience: Berilah dukungan emosional untuk membantu karyawan mengatasi stres, konflik, kegagalan, atau perubahan tanggung jawab.


jurnal : Job performance  adalah istilah dari kecakapan dengan individu membawa tugas, maksudnya adalah apakah individu tersebut performanya bagus dalam mengerjakan tugas yang diberikan . menurut borman & motowidlo (1993)  didukung ini ide dan menyatakan bahwa  kinerja telah dikonseptualisasikan di istilah dari eksekusi dan penyelesaian dari baiknya definisi tugas.
 kinerja sebagai perilaku dengan sebuah evaluatif aspek. Yang dimaksud adalah kinerja sebagai dasar acuan individu tersebut dalam keadaan sehat atau tidak.



daftar pustaka


http://www.muhammadbaitulalim.com/psychological-capital-psikologi-positif-di-lingkungan-kerja


Peterson, J.Suzanne. (2011). Psychology Capital and Employee Performance: a latent Growth Modelling Approach. Personnel Psychology. 2011, 64, 427 – 450.



Rabu, 20 September 2017

pbc #2 review jurnal psychological capital

Pengaruh dari pelatihan dan penempatan kerja dalam sebuah perusahaan, serta produktifitas  Keuntungan Pertumbuhan Sebelum, Selama, dan Setelah penurunan. 


Youngsang Kim and Robert E. Ployhart

Journal of Applied Psychology, 2014, Vol. 99, No. 3, 361–389

              

     Penelitian ini menghubungkan  penelitian dari strategi, ekonomi, dan psikologi terapan untuk menguji bagaimana organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusianya untuk meningkatkan kinerja karyawan dan keuntungan perusahaan.  

     Pelatihan  internal yang menciptakan sumber daya manusia agar lebih menguntungkan bagi profitabilitas prerecession perusahaan, namun penempatan  lebih bermanfaat untuk kenyamanan karyawan tersebut.  Staf harus menciptakan sumber daya manusia  yang umum dan memungkinkan fleksibilitas perusahaan dan adaptasi si karyawan tersebut. 

     Menggunakan 359 perusahaan sebagai sampel, yang berdiri lebih dari 12 tahun. data keuntungan tingkat perusahaan di data secara longitudinal yaitu bertahap.  Peneliti menyarankan agar staf dipilih secara selektif dan pelatihan internal secara langsung dan secara interaktif untuk  mempengaruhi pertumbuhan keuntungan  perusahaan melalui pengaruhnya terhadap produktivitas kerja perusahaan.


(Combs, Liu, Hall, & Ketchen, 2006; Huselid, 1995; Wright, McMahan, & McWilliams, 1994). Berpendapat bahwa Staf dan pelatihan sangat penting  bagi fungsi SDM untuk mempengaruhi  kemajuan dan pengembangan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, atau karakteristik lainnya bagi karyawan.
Produktivitas adalah hal yang sangat penting untuk Keuntungan, namun keuntungan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (Crooket al., 2011; Curtis, Hefley, & Miller, 1995).
Pelatihan adalah cara dimana perusahaan berkembang lebih spesifik bagian sumber daya manusia (Aguinis & Kraiger, 2009; Noe, 2008; Tharenou et al., 2007). Memberikan pelatihan ekstensif meningkat pengetahuan karyawan tentang operasi perusahaan mereka, pasar, pelanggan, rekan kerja, dan produk, sehingga meningkatkan produktivitas dengan menciptakan kemampuan operasional dan rutinitas yang lebih efisien.

Hipotesis 1a, Hipotesis 1b: Prerecession, perusahaan dengan Staf lebih tekun selektif dan aktif  
memiliki produktivitas yang  
(a) lebih besar dan (b) keuntungan pertumbuhan dibandingkan perusahaan dengan staf yang 
kurang selektif dan aktif. 
Hipotesis 2a, Hipotesis 2b: Prerecession, perusahaan dengan lebih pelatihan internal memiliki
 produktivitas 
(a) lebih besar dan (b) keuntungan pertumbuhan dibandingkan perusahaan dengan pelatihan 
internal yang kurang. 
Hipotesis 3: Produktivitas prerecession perusahaan memiliki nilai positif efek pada pertumbuhan
 laba perusahaan prerecession.
Peneliti mengusulkan agar staf dan pelatihan bagian dua faktor strategis yang sangat penting. 
karena bentuknya bersifat sumber daya manusia. 
Karena itu, tujuan kita dalam hal ini
Penelitian dilakukan untuk menguji mengapa staf yang tekun dan selektif dan pelatihan internal kepada pegawai sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan keuntungan perusahaan melalui produktivitas kerja perusahaan.

Studi ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan, seperti naik turun roda perusahaan,
 bisa mempengaruhi kekuatan dan stabilitas kepegawaian,
pelatihan, dan produktivitas pada pertumbuhan keuntungan perusahaan. 



Adegbesan, J. A. (2009). On the origins of competitive advantage: Strategic factor markets and heterogeneous resource complementarity. Academy of Management Review, 34, 463–475.
Collinson, S., & Wilson, D. C. (2006). Inertia in Japanese organizations: Knowledge management routines and failure to innovate. Organization Studies, 27, 1359–1387.

Pengaruh dari pelatihan dan penempatan kerja dalam sebuah perusahaan, serta produktifitas  Keuntungan Pertumbuhan Sebelum, Selama, dan Setelah penurunan. 


Youngsang Kim and Robert E. Ployhart

Journal of Applied Psychology, 2014, Vol. 99, No. 3, 361–389

              

     Penelitian ini menghubungkan  penelitian dari strategi, ekonomi, dan psikologi terapan untuk menguji bagaimana organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusianya untuk meningkatkan kinerja karyawan dan keuntungan perusahaan.  

     Pelatihan  internal yang menciptakan sumber daya manusia agar lebih menguntungkan bagi profitabilitas prerecession perusahaan, namun penempatan  lebih bermanfaat untuk kenyamanan karyawan tersebut.  Staf harus menciptakan sumber daya manusia  yang umum dan memungkinkan fleksibilitas perusahaan dan adaptasi si karyawan tersebut. 

     Menggunakan 359 perusahaan sebagai sampel, yang berdiri lebih dari 12 tahun. data keuntungan tingkat perusahaan di data secara longitudinal yaitu bertahap.  Peneliti menyarankan agar staf dipilih secara selektif dan pelatihan internal secara langsung dan secara interaktif untuk  mempengaruhi pertumbuhan keuntungan  perusahaan melalui pengaruhnya terhadap produktivitas kerja perusahaan.


(Combs, Liu, Hall, & Ketchen, 2006; Huselid, 1995; Wright, McMahan, & McWilliams, 1994). Berpendapat bahwa Staf dan pelatihan sangat penting  bagi fungsi SDM untuk mempengaruhi  kemajuan dan pengembangan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, atau karakteristik lainnya bagi karyawan.
Produktivitas adalah hal yang sangat penting untuk Keuntungan, namun keuntungan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (Crooket al., 2011; Curtis, Hefley, & Miller, 1995).
Pelatihan adalah cara dimana perusahaan berkembang lebih spesifik bagian sumber daya manusia (Aguinis & Kraiger, 2009; Noe, 2008; Tharenou et al., 2007). Memberikan pelatihan ekstensif meningkat pengetahuan karyawan tentang operasi perusahaan mereka, pasar, pelanggan, rekan kerja, dan produk, sehingga meningkatkan produktivitas dengan menciptakan kemampuan operasional dan rutinitas yang lebih efisien.

Hipotesis 1a, Hipotesis 1b: Prerecession, perusahaan dengan Staf lebih tekun selektif dan aktif  
memiliki produktivitas yang  
(a) lebih besar dan (b) keuntungan pertumbuhan dibandingkan perusahaan dengan staf yang 
kurang selektif dan aktif. 
Hipotesis 2a, Hipotesis 2b: Prerecession, perusahaan dengan lebih pelatihan internal memiliki
 produktivitas 
(a) lebih besar dan (b) keuntungan pertumbuhan dibandingkan perusahaan dengan pelatihan 
internal yang kurang. 
Hipotesis 3: Produktivitas prerecession perusahaan memiliki nilai positif efek pada pertumbuhan
 laba perusahaan prerecession.
Peneliti mengusulkan agar staf dan pelatihan bagian dua faktor strategis yang sangat penting. 
karena bentuknya bersifat sumber daya manusia. 
Karena itu, tujuan kita dalam hal ini
Penelitian dilakukan untuk menguji mengapa staf yang tekun dan selektif dan pelatihan internal kepada pegawai sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan keuntungan perusahaan melalui produktivitas kerja perusahaan.

Studi ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan, seperti naik turun roda perusahaan,
 bisa mempengaruhi kekuatan dan stabilitas kepegawaian,
pelatihan, dan produktivitas pada pertumbuhan keuntungan perusahaan. 



Adegbesan, J. A. (2009). On the origins of competitive advantage: Strategic factor markets and heterogeneous resource complementarity. Academy of Management Review, 34, 463–475.
Collinson, S., & Wilson, D. C. (2006). Inertia in Japanese organizations: Knowledge management routines and failure to innovate. Organization Studies, 27, 1359–1387.

Senin, 11 September 2017

pbc #1 Pengantar Psikologi Bisnis

Psikologi Pengantar Bisnis



Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia (Branca 1964 & Sartain dkk 1967).
Psikologi bisnis dan organisasi  merupakan penerapan prinsip-prinsip (misal: prinsip motivasi) dan metode-metode psikologi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan perilaku manusia di tempat kerjanya (Berry & Houston, 1993).
Dalam beberapa tahun terakhir, sudah ada beberapa perubahan dalam pemahaman kita tentang sifat manusia yang berkaitan dengan bekerja dan kinerja dalam organisasi dan fokus utama sekarang dalam komunikasi, keterampilan kepemimpinan, dan kepuasan karyawan. Semua faktor ini penting dalam meningkatkan kinerja keseluruhan dari setiap organisasi bisnis.
Sekarang perilaku bisnis tidak hanya face to face, tetapi dengan e - commerce. Apa yang dimaksud dengan e -commerce? E - commerce adalah cara pembelian barang atau jasa tanpa harus bertatap langsung dan pembayaran dapat dibayarkab melalui bank atau dompet online 

Psikologi Pengantar Bisnis



Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia (Branca 1964 & Sartain dkk 1967).
Psikologi bisnis dan organisasi  merupakan penerapan prinsip-prinsip (misal: prinsip motivasi) dan metode-metode psikologi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan perilaku manusia di tempat kerjanya (Berry & Houston, 1993).
Dalam beberapa tahun terakhir, sudah ada beberapa perubahan dalam pemahaman kita tentang sifat manusia yang berkaitan dengan bekerja dan kinerja dalam organisasi dan fokus utama sekarang dalam komunikasi, keterampilan kepemimpinan, dan kepuasan karyawan. Semua faktor ini penting dalam meningkatkan kinerja keseluruhan dari setiap organisasi bisnis.
Sekarang perilaku bisnis tidak hanya face to face, tetapi dengan e - commerce. Apa yang dimaksud dengan e -commerce? E - commerce adalah cara pembelian barang atau jasa tanpa harus bertatap langsung dan pembayaran dapat dibayarkab melalui bank atau dompet online 

Jumat, 03 Maret 2017

Mentahan psium 2

INGGRIS
INDONESIA
Apakah Anda salah satu dari 50 juta orang di Amerika Serikat yang menderita sakit kronis? Psikolog dan dokter spesialis telah menyusun beberapa strategi untuk nyeri bertempur. Di antara yang paling pendekatan penting adalah ini:  • Obat. obat penghilang rasa sakit yang paling populer pengobatan sakit bertempur. Obat berkisar dari orang-orang yang langsung mengobati sumber rasa sakit-seperti mengurangi pembengkakan pada sendi yang menyakitkan-untuk orang-orang yang bekerja pada gejala. obat bisa dalam bentuk pil, patch, suntikan, atau cairan. Dalam sebuah inovasi terbaru, obat dipompa langsung ke sumsum tulang belakang (Kalb, 2003; Pesmen, 2006).  • saraf dan stimulasi otak. Nyeri kadang-kadang dapat lega ketika tegangan rendah arus listrik dilewatkan melalui c bagian spesifik dari tubuh yang sakit. Bahkan lebih parah kasus, elektroda dapat ditanamkan pembedahan langsung ke otak, atau baterai genggam dapat merangsang sel-sel saraf untuk memberikan bantuan langsung (Campbell & Ditto, 2002; Ross, 2000;. Tugay et al, 2007).  • Terapi cahaya. Salah satu bentuk terbaru dari pengurangan nyeri melibatkan paparan c panjang gelombang spesifik dari lampu merah atau inframerah. jenis tertentu dari cahaya meningkatkan produksi enzim yang dapat mempromosikan penyembuhan (Evcik et al, 2007;. Under kayu, 2005).  • Hypnosis. Bagi orang yang bisa dihipnotis, hipnosis dapat sangat mengurangi rasa sakit (Accardi & Milling, 2009; Neron & Stephenson, 2007; Walker, 2008).  • Biofeedback dan teknik relaksasi. Menggunakan biofeedback, orang belajar untuk mengendalikan "Paksa" fungsi seperti detak jantung dan pernapasan. Jika rasa sakit melibatkan otot, seperti pada sakit kepala ketegangan atau sakit punggung, penderita dapat dilatih untuk bersantai tubuh mereka secara sistematis (Nestoriuc & Martin, 2007; Vitiello, Bonello, & Pollard, 2007).  • Operasi . Dalam salah satu metode yang paling ekstrim, anggota-saraf fi yang membawa rasa sakit pesan ke otak dapat dipotong melalui pembedahan. Namun, karena bahaya yang fungsi tubuh lainnya akan terpengaruh, operasi adalah pengobatan terakhir, yang paling sering digunakan dengan pasien yang sekarat (Cullinane, Chu, & Mamelak, 2002).  • restrukturisasi kognitif. perawatan kognitif efektif untuk orang-orang yang terus mengatakan kepada diri sendiri, "rasa sakit ini tidak akan pernah berhenti," "Rasa sakit adalah menghancurkan hidupku, "atau" Saya tidak tahan lagi "dan dengan demikian cenderung membuat rasa sakit mereka bahkan lebih buruk. Dengan menggantikan cara yang lebih positif berpikir, orang dapat meningkatkan rasa kontrol dan benar-benar mengurangi rasa sakit yang mereka pengalaman- ence (Bogart et al, 2007;. Spanos, Barber, & Lang, 2005).  Bagaimana kami Senses Interact  Ketika Matius Blakeslee bentuk roti hamburger dengan tangannya, ia mengalami rasa pahit hidup di mulutnya. Esmerelda Jones (nama samaran) melihat biru ketika dia mendengarkan catatan C tajam dimainkan pada piano; catatan lain membangkitkan warna-begitu berbeda banyak sehingga tombol piano sebenarnya kode warna, sehingga memudahkan baginya untuk ingat dan bermain skala musik. (Ramachandran & Hubbard, 2004, hal. 53)  Penjelasan? Kedua orang ini memiliki kondisi yang tidak biasa dikenal sebagai synes- thesia, di mana paparan satu sensasi (seperti suara) membangkitkan satu tambahan (Seperti visi).  Asal-usul sinestesia adalah misteri. Ada kemungkinan bahwa orang-orang dengan synes- thesia memiliki keterkaitan saraf biasa padat antara daerah sensorik yang berbeda otak. Hipotesis lain adalah bahwa mereka tidak memiliki kontrol saraf yang biasanya menghambat hubungan antara daerah sensorik (Kadosh, Henik, & Walsh, 2009; Pearce, 2007; Ramachandran, 2004).
INGGRIS
INDONESIA
Apakah Anda salah satu dari 50 juta orang di Amerika Serikat yang menderita sakit kronis? Psikolog dan dokter spesialis telah menyusun beberapa strategi untuk nyeri bertempur. Di antara yang paling pendekatan penting adalah ini:  • Obat. obat penghilang rasa sakit yang paling populer pengobatan sakit bertempur. Obat berkisar dari orang-orang yang langsung mengobati sumber rasa sakit-seperti mengurangi pembengkakan pada sendi yang menyakitkan-untuk orang-orang yang bekerja pada gejala. obat bisa dalam bentuk pil, patch, suntikan, atau cairan. Dalam sebuah inovasi terbaru, obat dipompa langsung ke sumsum tulang belakang (Kalb, 2003; Pesmen, 2006).  • saraf dan stimulasi otak. Nyeri kadang-kadang dapat lega ketika tegangan rendah arus listrik dilewatkan melalui c bagian spesifik dari tubuh yang sakit. Bahkan lebih parah kasus, elektroda dapat ditanamkan pembedahan langsung ke otak, atau baterai genggam dapat merangsang sel-sel saraf untuk memberikan bantuan langsung (Campbell & Ditto, 2002; Ross, 2000;. Tugay et al, 2007).  • Terapi cahaya. Salah satu bentuk terbaru dari pengurangan nyeri melibatkan paparan c panjang gelombang spesifik dari lampu merah atau inframerah. jenis tertentu dari cahaya meningkatkan produksi enzim yang dapat mempromosikan penyembuhan (Evcik et al, 2007;. Under kayu, 2005).  • Hypnosis. Bagi orang yang bisa dihipnotis, hipnosis dapat sangat mengurangi rasa sakit (Accardi & Milling, 2009; Neron & Stephenson, 2007; Walker, 2008).  • Biofeedback dan teknik relaksasi. Menggunakan biofeedback, orang belajar untuk mengendalikan "Paksa" fungsi seperti detak jantung dan pernapasan. Jika rasa sakit melibatkan otot, seperti pada sakit kepala ketegangan atau sakit punggung, penderita dapat dilatih untuk bersantai tubuh mereka secara sistematis (Nestoriuc & Martin, 2007; Vitiello, Bonello, & Pollard, 2007).  • Operasi . Dalam salah satu metode yang paling ekstrim, anggota-saraf fi yang membawa rasa sakit pesan ke otak dapat dipotong melalui pembedahan. Namun, karena bahaya yang fungsi tubuh lainnya akan terpengaruh, operasi adalah pengobatan terakhir, yang paling sering digunakan dengan pasien yang sekarat (Cullinane, Chu, & Mamelak, 2002).  • restrukturisasi kognitif. perawatan kognitif efektif untuk orang-orang yang terus mengatakan kepada diri sendiri, "rasa sakit ini tidak akan pernah berhenti," "Rasa sakit adalah menghancurkan hidupku, "atau" Saya tidak tahan lagi "dan dengan demikian cenderung membuat rasa sakit mereka bahkan lebih buruk. Dengan menggantikan cara yang lebih positif berpikir, orang dapat meningkatkan rasa kontrol dan benar-benar mengurangi rasa sakit yang mereka pengalaman- ence (Bogart et al, 2007;. Spanos, Barber, & Lang, 2005).  Bagaimana kami Senses Interact  Ketika Matius Blakeslee bentuk roti hamburger dengan tangannya, ia mengalami rasa pahit hidup di mulutnya. Esmerelda Jones (nama samaran) melihat biru ketika dia mendengarkan catatan C tajam dimainkan pada piano; catatan lain membangkitkan warna-begitu berbeda banyak sehingga tombol piano sebenarnya kode warna, sehingga memudahkan baginya untuk ingat dan bermain skala musik. (Ramachandran & Hubbard, 2004, hal. 53)  Penjelasan? Kedua orang ini memiliki kondisi yang tidak biasa dikenal sebagai synes- thesia, di mana paparan satu sensasi (seperti suara) membangkitkan satu tambahan (Seperti visi).  Asal-usul sinestesia adalah misteri. Ada kemungkinan bahwa orang-orang dengan synes- thesia memiliki keterkaitan saraf biasa padat antara daerah sensorik yang berbeda otak. Hipotesis lain adalah bahwa mereka tidak memiliki kontrol saraf yang biasanya menghambat hubungan antara daerah sensorik (Kadosh, Henik, & Walsh, 2009; Pearce, 2007; Ramachandran, 2004).

Minggu, 11 Desember 2016

psium 1 #10

perbedaan teori behaviorisme, psikoanalisis dan humanistik 

Teori
Persamaan
Perbedaan
Behaviorisme






























sama-sama pendekatan yang digunakan untuk membentuk perilaku ketika dewasa dan berlanjut sampai tutup usia

  • Obyek psikologi adalah tingkah laku.
  • semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.
  • mementingkan pembentukan kebiasaan.

Psikoanalisis
  • Perilaku pada masa dewasa berakar pada pengalaman masa kanak-kanak
  • Sebagaian besar perilaku terintegrasi melalui proses mental yang tidak disadari
  • Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan yang sudah diperoleh sejak lahir,terutama kecenderungan mengembangkan diri melalui dorongan libido dan agresifitasnya
  • Secara umum perilaku manusia bertujuan dan mengarah pada tujuan untuk meredakan ketegangan, menolak kesakitan dan mencari kenikmatan
  • Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan seksual mengarah pada perilaku neurosis.
  • Pembentukan simpton merupakan bentuk defensive
  • Pengalaman tunggal hanya dipahami dengan melihat keseluruhan pengalaman seseorang. Masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang adalah saling berhubungan dalam satu kesatuan apa yang terjadi pada seseorang pada saat ini dihubungkan pada sebab-sebab dimasa lampaunya dan memotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan dimasa yang akan dating
  • Latihan pengalaman dimasa kanak-kanak berpengaruh penting pada perilaku masa dewasa dan diulangi pada transferensi selama proses perilaku. Pandangan psikoanalisis ini memberi implikasi yang sangat luas terhadap koseling dan psikoterapi, khususnya dalam aspek tujuan yang hendak dicapai serta prosedur yang dapat dikembangkan.

Humanistik
·       Menekankan pada keunikan sikap individu.
·       Individu adalah orang yang bebas menentukan apa yang dipelajarinya.
·       Belajar dipandang sebagai pemerolehan informasi atau pengalaman dan menemukan maknanya secara personal atau pribadi.









http://www.konselingatmajaya.com/apps/blog/show/43286022-persamaan-dan-perbedaan-pendekatan-behavioristik-humanistik-kognitif-dan-konstruktivistik
http://iaanfahriani.blogspot.co.id/2013/05/perbedaan-aliran-psikoanalisa.html
http://anamutz40.blogspot.co.id/2009/10/perbedaan-aliran-psikoanalisa.html
perbedaan teori behaviorisme, psikoanalisis dan humanistik 

Teori
Persamaan
Perbedaan
Behaviorisme






























sama-sama pendekatan yang digunakan untuk membentuk perilaku ketika dewasa dan berlanjut sampai tutup usia

  • Obyek psikologi adalah tingkah laku.
  • semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.
  • mementingkan pembentukan kebiasaan.

Psikoanalisis
  • Perilaku pada masa dewasa berakar pada pengalaman masa kanak-kanak
  • Sebagaian besar perilaku terintegrasi melalui proses mental yang tidak disadari
  • Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan yang sudah diperoleh sejak lahir,terutama kecenderungan mengembangkan diri melalui dorongan libido dan agresifitasnya
  • Secara umum perilaku manusia bertujuan dan mengarah pada tujuan untuk meredakan ketegangan, menolak kesakitan dan mencari kenikmatan
  • Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan seksual mengarah pada perilaku neurosis.
  • Pembentukan simpton merupakan bentuk defensive
  • Pengalaman tunggal hanya dipahami dengan melihat keseluruhan pengalaman seseorang. Masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang adalah saling berhubungan dalam satu kesatuan apa yang terjadi pada seseorang pada saat ini dihubungkan pada sebab-sebab dimasa lampaunya dan memotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan dimasa yang akan dating
  • Latihan pengalaman dimasa kanak-kanak berpengaruh penting pada perilaku masa dewasa dan diulangi pada transferensi selama proses perilaku. Pandangan psikoanalisis ini memberi implikasi yang sangat luas terhadap koseling dan psikoterapi, khususnya dalam aspek tujuan yang hendak dicapai serta prosedur yang dapat dikembangkan.

Humanistik
·       Menekankan pada keunikan sikap individu.
·       Individu adalah orang yang bebas menentukan apa yang dipelajarinya.
·       Belajar dipandang sebagai pemerolehan informasi atau pengalaman dan menemukan maknanya secara personal atau pribadi.









http://www.konselingatmajaya.com/apps/blog/show/43286022-persamaan-dan-perbedaan-pendekatan-behavioristik-humanistik-kognitif-dan-konstruktivistik
http://iaanfahriani.blogspot.co.id/2013/05/perbedaan-aliran-psikoanalisa.html
http://anamutz40.blogspot.co.id/2009/10/perbedaan-aliran-psikoanalisa.html

Minggu, 06 November 2016

psium 1 #9

Psikoanalisis


http://psikopendidikan.blogspot.co.id/2011/09/adler-alfred-adler.html
https://dodyhartanto.wordpress.com/2008/12/20/the-analitycal-psychologi-of-carl-jung/
https://id.wikipedia.org/wiki/Alfred_Adler
https://ceciliaadrianto.wordpress.com/2015/01/05/mini-psikologi-3-mekanisme-pertahanan-ego/
http://chessireworld.blogspot.co.id/2011/10/defence-mechanism-mekanisme-pertahanan.html
http://acheliasblog.blogspot.co.id/2013/04/mekanisme-pertahanan-diri-dalam.html


Psikoanalisis


http://psikopendidikan.blogspot.co.id/2011/09/adler-alfred-adler.html
https://dodyhartanto.wordpress.com/2008/12/20/the-analitycal-psychologi-of-carl-jung/
https://id.wikipedia.org/wiki/Alfred_Adler
https://ceciliaadrianto.wordpress.com/2015/01/05/mini-psikologi-3-mekanisme-pertahanan-ego/
http://chessireworld.blogspot.co.id/2011/10/defence-mechanism-mekanisme-pertahanan.html
http://acheliasblog.blogspot.co.id/2013/04/mekanisme-pertahanan-diri-dalam.html


Sabtu, 29 Oktober 2016

psium1 #8



Psikoanalisis
 
 











Psikoanalisis menurut definisi modern yaitu:
1. Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya pengalaman masa kanak-kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa, 
2. Psikoanalisis adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidak-sadar-an(bawah sadar), 
3. Psikoanalisis adalah metode interpretasi dan penyembuhan gangguan mental.
4. Psikoanalisis dalam pengertian lain (Hjelle & Ziegler, 1992): Teori mengenai kepribadian & psikopatologi, serta metode terapi untuk gangguan kepribadian teknik untuk menyelidiki pikiran & perasaan individu yang tidak disadari.





Tokoh-Tokoh Psikoanalisis
  1. Franz Anton Mesmer (1734-1815)
•      Sebenarnya bukanlah seorang tokoh psikoanalisa, karena pada masa hidupnya aliran itu belum ada, tetapi peranan dan pengaruhnya terhadap psikoanalisa di kemudian hari itu tidak kecil artinya.
•      menemukan teknik hipotisme sbg teknik penyembuhan orang sakit, tetapi pada waktu itu tekniknya belum disebut hipotisme, melainkan mesmerisme.
•      Dalam teorinya tentang “animal magnetism”, Mesmer mengatakan bahwa dalam dirinya terdapat “currative power of magnetic iron” (daya penyembuh magnetis) yg timbul dari semacam cairan yg terdapat dalam dirinya yg dapat disalurkannya keluar melalui sebatang besi berani kpd pasien yg membutuhkan pengobatan.
•      Mesmer berminat pada teknik terapi yg berbau mistik, karena di samping ilmu kedokterannya Mesmer juga mempelajari teologi (ilmu ketuhanan).

  1. Jean Martin Charcot (1825-1893)
•      Tokoh yg tidak kurang pentingnya dalam menumbuhkan aliran psikoanalisa selanjutnya.
•      Ia adalah seorang dokter di rumah sakit Paris, dan ia menjadi profesor di Akademi Kedokteran di Paris pada tahun 1873.
•      Ia mengembangkan teknik hipnose dan sugesti mental untuk menyembuhkan pasien-pasien psikoneurotis, khususnya penderita histeria.
•      Dengan teknik hipnose, Charcot menurunkan ambang kesadaran pasien, sehingga peristiwa yang menggoncangkan, yg menjadi penyebab gangguan emosi itu, yg selama ini dihindari oleh kesadaran dan ditekan ke dlm ketidaksadaran, ditimbulkan kembali ke alam kesadaran.

  1. Pierre Janet (1859-1947)
•      Ia belajar filsafat dan ilmu kedokteran di Universitas Paris, pd tahun 1889 ia mendapat gelar doktor dalam filsafat dengan tesisnya tentang “Psikologi dari Aktivitas Otomatis”.
•      Dalam bidang kedokteran dengan tesis “Keadaan Mental pada Histeria” dimana ia mencoba untuk menggolong-golongkan secara sistematis berbagai jenis histeria dengan teori-teori psikologi.
•      Janet berpendirian bahwa studi yang ilmiah dari psikologi hanya dapat dilaksanakan bila semua proses mental diterjemahkan sebagai tingkah laku.
•      Janet mempunyai suatu teori tentang kepribadian yang disebut teori strata. Menurut teori strata, kepribadian terdiri dari kecenderungan-kecenderungan yang tersusun secara hierarkis dari yang paling rendah (refleks) sampai yang paling tinggi (akal).
•      Teori strata dari Janet ini dapat diperbandingkan dengan teori id ego-super ego yang dikemukakan oleh Freud, sedangkan energi-energinya Janet dapat dipersamakan dengan dorongan-dorongan (seksual dan agresi) dari Freud.

  1. Sigmund Freud (1856-1939)
•      Tokoh pendiri psikoanalisa atau disebut juga aliran psikologi dalam (depth psychology) ini secara skematis menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es.






  1. Carl Gustav Jung (1875-1961)
•        Carl Gustav Jung adalah seorang psikiater
•        Pernah jadi ‘putra mahkota Freud’
•        Memisahkan diri dari Freud karena ketidaksesuaian pandangan
•        Mengundurkan diri dari jabatan ketua dan melepaskan keanggotaan pada Persatuan                                                                   Psikoanalisa Internasional
•        Menjadi guru besar di Politeknik Zurich kemudian diangkat sebagai guru besar dalam psikologi kedokteran di Universitas Basle pada tahun 1944
    
    
  1. Alfred Adler (1870-1937)
•      Ia pertama kali berjumpa dgn Freud pd thn 1899 dan mjd pengikut setia Freud.
•      Pada thn 1907 Freud menyingkirkan Adler karena Adler menulis kertas kerja berjudul “Organ Inferiority”.
•      Dalam kertas kerja itu ia mengatakan bahwa manusia pd dasarnya mempunyai kelemahan organis. Berbeda dgn hewan, manusia tdk dilengkapi dgn alat2 tubuh u/ melawan alam.
•      Menurut Adler kelemahan2 organis itu mendorong manusia u/ mengadakan kompensasi. Mekanisme kompensasi inilah yg mendasari tingkah laku manusia.
•      Teori Adler bersifat teologis.

  1. Granville Stanley Hall (1844-1924)
•      Tesisnya berjudul “The Muscular Perception of Space” (1878).
•      Teori Hall adalah Teori Evolusi.
•      Teori evolusinya berbunyi: “Ontogeny recapitulates phylogeny” ® proses perkembangan individu sejak dia lahir sampai ia dewasa .
•      Hal ini terbukti dalam eksperimen yg dilakukan Hall ® reaksi2 yg diberikan olh binatang satu sel = reaksi2 sel2 telur atau sperma pd manusia.
•      Demikian juga reaksi2 dr makhluk2 bersel banyak = reaksi janin dgn jumlah sel yg kira2 sama.
  1. Gustav Le Bon (1841-1931)
•      Le Bon bukanlah murni seorang psikoanalis, tetapi pikiran-pikirannya banyak sejalan dgn pikiran2 psikoanalisa, hanya Le Bon lbh banyak membicarakannya dlm rangka tingkah laku kelompok drpd dlm tingkah laku perorangan.
•      Ia menulis bukunya yg terkenal The Crowd (1895)® konformitas, alienasi dan kepemimpinan dalam kelompok.
•      Le Bon mencoba menerangkan tingkah laku kelompok (crowd) dgn teori2 ttg ketidaksadaran, dorongan2 irasional, baik dorongan biologis maupun rasial yg diperoleh turun-temurun.
•      Ia menyelidiki tingkah laku kelompok dr sudut antropologi, arkeologi, dan biologi®individu2 dlm kelompok bertingkah laku impulsif, mobil, iritable, intoleran, sugestibel dan diktatorial.

















http://psikopatologi.blogspot.co.id/2015/10/psikoanalisis.html
http://www.ilmupsikologi.com/2015/09/teori-psikoanalisis-menurut-sigmund-dan-jung.html
http://belajarpsikologi.com/struktur-kepribadian-id-ego-dan-superego-sigmund-freud/
(sarlito sarwono, berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh)


Psikoanalisis
 
 











Psikoanalisis menurut definisi modern yaitu:
1. Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya pengalaman masa kanak-kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa, 
2. Psikoanalisis adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidak-sadar-an(bawah sadar), 
3. Psikoanalisis adalah metode interpretasi dan penyembuhan gangguan mental.
4. Psikoanalisis dalam pengertian lain (Hjelle & Ziegler, 1992): Teori mengenai kepribadian & psikopatologi, serta metode terapi untuk gangguan kepribadian teknik untuk menyelidiki pikiran & perasaan individu yang tidak disadari.





Tokoh-Tokoh Psikoanalisis
  1. Franz Anton Mesmer (1734-1815)
•      Sebenarnya bukanlah seorang tokoh psikoanalisa, karena pada masa hidupnya aliran itu belum ada, tetapi peranan dan pengaruhnya terhadap psikoanalisa di kemudian hari itu tidak kecil artinya.
•      menemukan teknik hipotisme sbg teknik penyembuhan orang sakit, tetapi pada waktu itu tekniknya belum disebut hipotisme, melainkan mesmerisme.
•      Dalam teorinya tentang “animal magnetism”, Mesmer mengatakan bahwa dalam dirinya terdapat “currative power of magnetic iron” (daya penyembuh magnetis) yg timbul dari semacam cairan yg terdapat dalam dirinya yg dapat disalurkannya keluar melalui sebatang besi berani kpd pasien yg membutuhkan pengobatan.
•      Mesmer berminat pada teknik terapi yg berbau mistik, karena di samping ilmu kedokterannya Mesmer juga mempelajari teologi (ilmu ketuhanan).

  1. Jean Martin Charcot (1825-1893)
•      Tokoh yg tidak kurang pentingnya dalam menumbuhkan aliran psikoanalisa selanjutnya.
•      Ia adalah seorang dokter di rumah sakit Paris, dan ia menjadi profesor di Akademi Kedokteran di Paris pada tahun 1873.
•      Ia mengembangkan teknik hipnose dan sugesti mental untuk menyembuhkan pasien-pasien psikoneurotis, khususnya penderita histeria.
•      Dengan teknik hipnose, Charcot menurunkan ambang kesadaran pasien, sehingga peristiwa yang menggoncangkan, yg menjadi penyebab gangguan emosi itu, yg selama ini dihindari oleh kesadaran dan ditekan ke dlm ketidaksadaran, ditimbulkan kembali ke alam kesadaran.

  1. Pierre Janet (1859-1947)
•      Ia belajar filsafat dan ilmu kedokteran di Universitas Paris, pd tahun 1889 ia mendapat gelar doktor dalam filsafat dengan tesisnya tentang “Psikologi dari Aktivitas Otomatis”.
•      Dalam bidang kedokteran dengan tesis “Keadaan Mental pada Histeria” dimana ia mencoba untuk menggolong-golongkan secara sistematis berbagai jenis histeria dengan teori-teori psikologi.
•      Janet berpendirian bahwa studi yang ilmiah dari psikologi hanya dapat dilaksanakan bila semua proses mental diterjemahkan sebagai tingkah laku.
•      Janet mempunyai suatu teori tentang kepribadian yang disebut teori strata. Menurut teori strata, kepribadian terdiri dari kecenderungan-kecenderungan yang tersusun secara hierarkis dari yang paling rendah (refleks) sampai yang paling tinggi (akal).
•      Teori strata dari Janet ini dapat diperbandingkan dengan teori id ego-super ego yang dikemukakan oleh Freud, sedangkan energi-energinya Janet dapat dipersamakan dengan dorongan-dorongan (seksual dan agresi) dari Freud.

  1. Sigmund Freud (1856-1939)
•      Tokoh pendiri psikoanalisa atau disebut juga aliran psikologi dalam (depth psychology) ini secara skematis menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es.






  1. Carl Gustav Jung (1875-1961)
•        Carl Gustav Jung adalah seorang psikiater
•        Pernah jadi ‘putra mahkota Freud’
•        Memisahkan diri dari Freud karena ketidaksesuaian pandangan
•        Mengundurkan diri dari jabatan ketua dan melepaskan keanggotaan pada Persatuan                                                                   Psikoanalisa Internasional
•        Menjadi guru besar di Politeknik Zurich kemudian diangkat sebagai guru besar dalam psikologi kedokteran di Universitas Basle pada tahun 1944
    
    
  1. Alfred Adler (1870-1937)
•      Ia pertama kali berjumpa dgn Freud pd thn 1899 dan mjd pengikut setia Freud.
•      Pada thn 1907 Freud menyingkirkan Adler karena Adler menulis kertas kerja berjudul “Organ Inferiority”.
•      Dalam kertas kerja itu ia mengatakan bahwa manusia pd dasarnya mempunyai kelemahan organis. Berbeda dgn hewan, manusia tdk dilengkapi dgn alat2 tubuh u/ melawan alam.
•      Menurut Adler kelemahan2 organis itu mendorong manusia u/ mengadakan kompensasi. Mekanisme kompensasi inilah yg mendasari tingkah laku manusia.
•      Teori Adler bersifat teologis.

  1. Granville Stanley Hall (1844-1924)
•      Tesisnya berjudul “The Muscular Perception of Space” (1878).
•      Teori Hall adalah Teori Evolusi.
•      Teori evolusinya berbunyi: “Ontogeny recapitulates phylogeny” ® proses perkembangan individu sejak dia lahir sampai ia dewasa .
•      Hal ini terbukti dalam eksperimen yg dilakukan Hall ® reaksi2 yg diberikan olh binatang satu sel = reaksi2 sel2 telur atau sperma pd manusia.
•      Demikian juga reaksi2 dr makhluk2 bersel banyak = reaksi janin dgn jumlah sel yg kira2 sama.
  1. Gustav Le Bon (1841-1931)
•      Le Bon bukanlah murni seorang psikoanalis, tetapi pikiran-pikirannya banyak sejalan dgn pikiran2 psikoanalisa, hanya Le Bon lbh banyak membicarakannya dlm rangka tingkah laku kelompok drpd dlm tingkah laku perorangan.
•      Ia menulis bukunya yg terkenal The Crowd (1895)® konformitas, alienasi dan kepemimpinan dalam kelompok.
•      Le Bon mencoba menerangkan tingkah laku kelompok (crowd) dgn teori2 ttg ketidaksadaran, dorongan2 irasional, baik dorongan biologis maupun rasial yg diperoleh turun-temurun.
•      Ia menyelidiki tingkah laku kelompok dr sudut antropologi, arkeologi, dan biologi®individu2 dlm kelompok bertingkah laku impulsif, mobil, iritable, intoleran, sugestibel dan diktatorial.

















http://psikopatologi.blogspot.co.id/2015/10/psikoanalisis.html
http://www.ilmupsikologi.com/2015/09/teori-psikoanalisis-menurut-sigmund-dan-jung.html
http://belajarpsikologi.com/struktur-kepribadian-id-ego-dan-superego-sigmund-freud/
(sarlito sarwono, berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh)
 
tyas maudi hastuti Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template