Rabu, 19 September 2018

PB2C #2

PSIKOLOGI BISNIS II
RANGKUMAN PROSES ORGANISASI DAN STRUKTUR BISNIS
Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103





Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018

Proses Organisasi

Struktur organisasi
spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan didalam organisasi dan bagaimana mengaitkan satu pekerjaan dengan pekerjaan lain.

Bagan organisasi untuk memperjelas struktur dan menunjukan karyawan dimana posisi mereka dalam operasi perusahaan. Bagan organisasi dalam peusahaan jauh lebih kompleks dan menakup beragam individu diberbagai tingkatan.




faktor penentu struktur organisasi faktor utamanya adalah misi dan strategi organisasi.
Unsur-unsur pembentuk struktur oganisasi
1.     Spesialisasi. menentukan siapa yang akan mengerjakan apa.
2.     Departementalisasi. Menentukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan orang-orang yang melaksanakan tugas tertentu
3.     Menciptakan hierarki pengambilan keputusan. Memutuskan siapa yang akan diberikan tanggung jaab membuat keputusan tertentu dan siapa yang memiliki wewenang atas kelompok tertentu.

Spesialisasi
Proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya menghasilkan spesialisasi pekerjaan.
Departementalisasi
Pekerjaan tersebut hus dikelompokkan ke dalam unit-unit logis.
·        Departementalisasi fungsional  = membentuk departemen berdasarkan fungsi atau kegiatan kegiatan kelompok yang bersangkutan.
·        Departementalisasi produk = membagi organsasi berdasarkan produk atau jasa tertentu yang diciptakan.
·        Departementalisasi proses = pembagian yang digunakan organisasi berdasarkan proses yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
·        Departementalisasi pelanggan = meniptakan departemen yang menawarkan produk, dan memenuhi kebutuhan kelompok.
·        Departementalisasi geografis = membagi perusahaan berdasarkan
·        Badan departementalisasi majemuk = karena bentuk departementalisasi memiliki keuntungan yang berbeda, ketika perusahaan berkembang mereka cenderun menerapkan berbagai jenis departementalisasi pada tingkatan tertentu.

Menetapkan hierarki pengambilan keputusan
Mendistribusikan tersentralisasi dan desentralisasi
·        Organisasi tersentralisasi = sebagian wewenang pengambilan keputusan dipegang oleh manajer pada tingkatan yang lebih tinggi.
·        Organisasi terdesentralisasi = wewenang pengambilan keputusan didelegasikan ke berbagai tingkatan manajemen dibawah manajemen puncak.

Organisasi tinggi dan datar
Semakin tinggi organisasi maka semakin tinggi strukturnya.
Rentang kendali
Dalam organisasi tinggi rentang kendali cenderung lebih sempit.

Proses delegasi
Proses manajer mengalokasikan pekerjaan kepada bawahan.
1.     Menetapkan tanggung jawab
2.     Memberikan wewenang
3.     Menciptakan akuntabilitas

Tiga bentuk wewenang
·        Wewenang lini = mengalir keatas dan kebawah rantai komando
·        Wewenang staf = pemberian saan kepada manajer lini dalam bisang-bidang tertentu
·        Wewenang tim dan komite = memainkan peanan inti dalam operasi harian perusahaan.

Bentuk-bentuk dasar struktur organisasi
·        Struktur fungsional = hubungan antara fungsi dan kegiatan kelompok menentukan wewenang.
·        Struktur divisional = membentuk struktur berdasarkan divisi berbasis produk yang mencerminkan pemisahan bisnis dimasing-masing divisi menghasilkan dan pemasaran
·        Struktur matriks = perpaduan antara dua struktur yang terpisah, lebih disukai daripada struktur sederhana
·        Struktur internasional = pendekatan struktur organisasi yang dikembangkan untuk merespon kebutuhan, memproduksi, membeli dan menjual dipasar global.

Desain organisasi
·        Organisasi pembelajaran = organisasi yang mengintegrasikan pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan.

Organisasi informan = interaksi sosial keseharian antarkaryawan yang melampaui pekerjaan formal dan relasi pekerjaan, secara efektif mengubah struktur formal suatu perusahaan.
·        Kelompok informal = sekelompok nindividu yang saling interaks. Mereka bisa saja adalah orang yang bekerja secara formal atau hanya berkumpul untuk makan siang, selama jam istirahat atau setelah pulang kerja.
·        Desas-desus organisasi = jaringan komunikasi informal yang bisa menjalar ke seluruh bagian organisasi.
Intrapeneuring = menciptakan dan mempertahankan inovasi dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil didalam lingkup struktur organisasi yang besar.








Proses Bisnis
Pengertian Proses Bisnis : (Hammer dan Champy’s, 1993)
Kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih inputan dan menghasilkan output yang bermanfaat/bernilai bagi pelanggan.
Manfaat Manajemen Proses Bisnis
·        Meningkatkan Kemampuan Bisnis
·        Mengurangi Biaya Dan Meningkatkan Keuntungan
·        Meningkatkan Efisiensi
·        Visibilitas Yang Lebih Baik
·        Meningkatkan Ketaatan, Keselamatan dan Keamanan

Terdapat 3 jenis proses bisnis, yaitu :
1.     Proses manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Strategis
2.     Proses operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
3.     Proses pendukung, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.
Tahapan proses bisnis dalam suatu perusahaan antara lain :
  •  Analisis Kegiatan Usaha
Dalam tahapan ini manajemen perusahaan bersama pemilik perusahaan melakukan diskusi dan analisis tentang kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan, misalnya usaha dibidang industri, perdagangan atau jasa. Hal ini dilakukan agar manajemen mengetahui serta menentukan proses bisnis yang akan digunakan oleh perusahaan.
  • Penentuan Proses Bisnis
Pada tahapan ini manajemen akan membuat atau menentukan bentuk proses bisnis dari usaha yang telah dipilih oleh perusahaan tersebut, mulai dari proses bisnis tentang jenis biaya-biaya yang dikeluarkan sampai dengan proses bisnis memperoleh pendapatan atau penghasilan.
  • Pelaksanaan Proses Bisnis
Tidak kalah pentingnya dari penentuan proses bisnis dari perusahaan adalah pelaksanaan proses bisnis itu sendiri, karena sebagus apapapun suatu proses bisnis tetapi tidak dilaksanakan tidak akan bermanfaat bagi perusahaan. Sehingga sangat penting bagi setiap bagian atau divisi dan karyawan perusahaan untuk menjalankan dengan benar seluruh proses bisnis yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan.
  • Evaluasi Proses Bisnis

Untuk mengetahui apakah suatu proses bisnis telah dijalankan oleh semua karyawan bagian atau divisi dari perusahaan dan apakah proses bisnis tersebut telah memberikan manfaat bagi perusahaan, maka diperlukan suatu evaluasi dari pelaksanaan proses bisnis tersebut. Suatu evaluasi dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan atau setiap tahun, tergantung kebijakan manajemen perusahaan. Akan tetapi suatu evaluasi akan lebih efektif apabila dilakukan setiap bulan. Dengan seringnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proses bisnis, maka akan diperoleh suatu proses bisnis yang paling memberikan manfaat bagi perusahaan. 

referensi 
Yunus,Eddy. (2016). Manajemen Strategis. Yogyakarta ; CV. Andi Offset

Sattar. (2017). Proses Bisnis. Yogyakarta ; CV. Budi Utama
PSIKOLOGI BISNIS II
RANGKUMAN PROSES ORGANISASI DAN STRUKTUR BISNIS
Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103





Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018

Proses Organisasi

Struktur organisasi
spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan didalam organisasi dan bagaimana mengaitkan satu pekerjaan dengan pekerjaan lain.

Bagan organisasi untuk memperjelas struktur dan menunjukan karyawan dimana posisi mereka dalam operasi perusahaan. Bagan organisasi dalam peusahaan jauh lebih kompleks dan menakup beragam individu diberbagai tingkatan.




faktor penentu struktur organisasi faktor utamanya adalah misi dan strategi organisasi.
Unsur-unsur pembentuk struktur oganisasi
1.     Spesialisasi. menentukan siapa yang akan mengerjakan apa.
2.     Departementalisasi. Menentukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan orang-orang yang melaksanakan tugas tertentu
3.     Menciptakan hierarki pengambilan keputusan. Memutuskan siapa yang akan diberikan tanggung jaab membuat keputusan tertentu dan siapa yang memiliki wewenang atas kelompok tertentu.

Spesialisasi
Proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya menghasilkan spesialisasi pekerjaan.
Departementalisasi
Pekerjaan tersebut hus dikelompokkan ke dalam unit-unit logis.
·        Departementalisasi fungsional  = membentuk departemen berdasarkan fungsi atau kegiatan kegiatan kelompok yang bersangkutan.
·        Departementalisasi produk = membagi organsasi berdasarkan produk atau jasa tertentu yang diciptakan.
·        Departementalisasi proses = pembagian yang digunakan organisasi berdasarkan proses yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
·        Departementalisasi pelanggan = meniptakan departemen yang menawarkan produk, dan memenuhi kebutuhan kelompok.
·        Departementalisasi geografis = membagi perusahaan berdasarkan
·        Badan departementalisasi majemuk = karena bentuk departementalisasi memiliki keuntungan yang berbeda, ketika perusahaan berkembang mereka cenderun menerapkan berbagai jenis departementalisasi pada tingkatan tertentu.

Menetapkan hierarki pengambilan keputusan
Mendistribusikan tersentralisasi dan desentralisasi
·        Organisasi tersentralisasi = sebagian wewenang pengambilan keputusan dipegang oleh manajer pada tingkatan yang lebih tinggi.
·        Organisasi terdesentralisasi = wewenang pengambilan keputusan didelegasikan ke berbagai tingkatan manajemen dibawah manajemen puncak.

Organisasi tinggi dan datar
Semakin tinggi organisasi maka semakin tinggi strukturnya.
Rentang kendali
Dalam organisasi tinggi rentang kendali cenderung lebih sempit.

Proses delegasi
Proses manajer mengalokasikan pekerjaan kepada bawahan.
1.     Menetapkan tanggung jawab
2.     Memberikan wewenang
3.     Menciptakan akuntabilitas

Tiga bentuk wewenang
·        Wewenang lini = mengalir keatas dan kebawah rantai komando
·        Wewenang staf = pemberian saan kepada manajer lini dalam bisang-bidang tertentu
·        Wewenang tim dan komite = memainkan peanan inti dalam operasi harian perusahaan.

Bentuk-bentuk dasar struktur organisasi
·        Struktur fungsional = hubungan antara fungsi dan kegiatan kelompok menentukan wewenang.
·        Struktur divisional = membentuk struktur berdasarkan divisi berbasis produk yang mencerminkan pemisahan bisnis dimasing-masing divisi menghasilkan dan pemasaran
·        Struktur matriks = perpaduan antara dua struktur yang terpisah, lebih disukai daripada struktur sederhana
·        Struktur internasional = pendekatan struktur organisasi yang dikembangkan untuk merespon kebutuhan, memproduksi, membeli dan menjual dipasar global.

Desain organisasi
·        Organisasi pembelajaran = organisasi yang mengintegrasikan pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan.

Organisasi informan = interaksi sosial keseharian antarkaryawan yang melampaui pekerjaan formal dan relasi pekerjaan, secara efektif mengubah struktur formal suatu perusahaan.
·        Kelompok informal = sekelompok nindividu yang saling interaks. Mereka bisa saja adalah orang yang bekerja secara formal atau hanya berkumpul untuk makan siang, selama jam istirahat atau setelah pulang kerja.
·        Desas-desus organisasi = jaringan komunikasi informal yang bisa menjalar ke seluruh bagian organisasi.
Intrapeneuring = menciptakan dan mempertahankan inovasi dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil didalam lingkup struktur organisasi yang besar.








Proses Bisnis
Pengertian Proses Bisnis : (Hammer dan Champy’s, 1993)
Kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih inputan dan menghasilkan output yang bermanfaat/bernilai bagi pelanggan.
Manfaat Manajemen Proses Bisnis
·        Meningkatkan Kemampuan Bisnis
·        Mengurangi Biaya Dan Meningkatkan Keuntungan
·        Meningkatkan Efisiensi
·        Visibilitas Yang Lebih Baik
·        Meningkatkan Ketaatan, Keselamatan dan Keamanan

Terdapat 3 jenis proses bisnis, yaitu :
1.     Proses manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Strategis
2.     Proses operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
3.     Proses pendukung, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.
Tahapan proses bisnis dalam suatu perusahaan antara lain :
  •  Analisis Kegiatan Usaha
Dalam tahapan ini manajemen perusahaan bersama pemilik perusahaan melakukan diskusi dan analisis tentang kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan, misalnya usaha dibidang industri, perdagangan atau jasa. Hal ini dilakukan agar manajemen mengetahui serta menentukan proses bisnis yang akan digunakan oleh perusahaan.
  • Penentuan Proses Bisnis
Pada tahapan ini manajemen akan membuat atau menentukan bentuk proses bisnis dari usaha yang telah dipilih oleh perusahaan tersebut, mulai dari proses bisnis tentang jenis biaya-biaya yang dikeluarkan sampai dengan proses bisnis memperoleh pendapatan atau penghasilan.
  • Pelaksanaan Proses Bisnis
Tidak kalah pentingnya dari penentuan proses bisnis dari perusahaan adalah pelaksanaan proses bisnis itu sendiri, karena sebagus apapapun suatu proses bisnis tetapi tidak dilaksanakan tidak akan bermanfaat bagi perusahaan. Sehingga sangat penting bagi setiap bagian atau divisi dan karyawan perusahaan untuk menjalankan dengan benar seluruh proses bisnis yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan.
  • Evaluasi Proses Bisnis

Untuk mengetahui apakah suatu proses bisnis telah dijalankan oleh semua karyawan bagian atau divisi dari perusahaan dan apakah proses bisnis tersebut telah memberikan manfaat bagi perusahaan, maka diperlukan suatu evaluasi dari pelaksanaan proses bisnis tersebut. Suatu evaluasi dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan atau setiap tahun, tergantung kebijakan manajemen perusahaan. Akan tetapi suatu evaluasi akan lebih efektif apabila dilakukan setiap bulan. Dengan seringnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proses bisnis, maka akan diperoleh suatu proses bisnis yang paling memberikan manfaat bagi perusahaan. 

referensi 
Yunus,Eddy. (2016). Manajemen Strategis. Yogyakarta ; CV. Andi Offset

Sattar. (2017). Proses Bisnis. Yogyakarta ; CV. Budi Utama

Rabu, 12 September 2018

wawancara strove shop


PSIKOLOGI BISNIS II

Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103





Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018
Bab I
Pendahuluan

Saat ini penggunaan alat elektronik menjadi sebagai bagian dari bagian hidup. Alat elektronik meupakan suatu alat yang dibuat atau dipergunakan manusia berdasarkan prinsip pada sistem elektronika. Alat elektronik merupakan suatu kebutuhan sehari-hari yang sering dkali dipergunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baik kebutuhan untuk bekerja, menghubungi orang terdekat, mencuci, menonton, belajar, dan lain sebaginya. Sebagai penjelasan lebih dalam, berikut akan pula diberikan tentang macam-macam alat eletkrotik rumah tangga.
Jaringan internet ialah  suatu gabungan sebuah jaringan dua atau lebih perangkat komputer yang ada di seluruh dunia dan bisa di bilang merupakan suatu rangkaian perangkat komputer yang terbesar di dunia, serta ukurannya akan terus mengalami suatu perkembangan hingga tanpa batas waktu yang di tentukan selama tekhnologi terus berkembang dan maju di dunia ini.
Beberapa tahun kebelakang dimulai dengan adanya tren baru yaitu penjual dan pembeli tidak perlu bertatap muka untuk melakukan transaksi jual beli. Kemajuan tersebut kini menjadi kegiatan menyenangkan untuk dan dipastikan tren tersebut akan terus bekembang. E-Commerce atau toko online merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem penjualan secara online ini dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual. Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional (tatap muka). Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, konsep toko online atau e- commerce dapat memangkas banyak biaya operasional karena penjual tidak diharuskan punya toko fisik.
Sebagai bagian dari kaum urban harus dituntut untuk semakin kreatif dalam menjalankan usaha. Maka dari itu berdasarkan fakta tersebut sangat penting untuk Strove Shop sebagai bahan acuan dalam mengetahui apa saja langkah-langkah dan strategi yang cocok untuk mengembangkan usahanya.












Bab II
Landasan Teori

Menurut (Ferra Pujiyanti, 2015) transaksi keuangan adalah suatu kegiatan yang dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Usaha penjualan baju dengan desain dibuat sendiri meupakan terobosan yang baru karena selera konsumen yang semakin bervariasi. Konsumen dapat memilih jenis kaos, gambar, desain yang mereka inginkan. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan banyak orang untuk berjualan baju secara online. Kemudahan dalam membuat online shop atau toko online membuat semakin banyaknya orang memulai untuk menjual pakaian. Philip Kotler (2000:88) menjelaskan bahwa proses sosial manaherial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.









Bab III
Hasil dan Pembahasan

Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu mewawancara narasumber. Hasilnya yaitu toko baju milik Alex Tri Prakoso, Laki-Laki berusia 25 tahun, menghabiskan masa kecilnya di Depok, Jawa Barat. Usahanya tersebut dimulai pada tahun 2013 dengan di support oleh David firmansyah sebagai creative design. Awal mula tercetus usaha ini adalah passion pada rules underground yang ada di diri mereka, tidak hanya itu kualitas barang pun sangat diperhatikan dan juga rasa ke prihatinan kepada industri kecil padahal jika ditinjau secara jauh kualitas produk indonesia dan luar negeri tidak jauh berbeda. Bahkan dari sini dapat kita simpulkan bahwa jika membeli produk dalam negeri tidak hanya sebagai kebutuhan biasa tetapi juga membantu ekonomi indonesia agar lebih maju. Barang-barang yg dijual merupakan livehalf, sistem penjualannya yaitu pemesan biasanya memesan pre order, ditargetkan minimal 6 Pcs pemesanan baju lalu kemudian akan dicetak sesuai pesanan dan dikirimkan melalui jasa ekspedisi. Atau dapat memesan langsung di alamat Kp. Areman 05/08 kel. Tugu Kec. Cimanggis, Depok. Lama pembuatan berkisar 3 hari sampai 1 minggu tergantung jumlah pesanan. Peralatan yang dipakai untuk mendesain yaitu komputer dan mesin sablon milik pribadi. Awal mula pemasaan yaitu melalui door to door, E-commerce. Untuk kontak pemesanan dapat melalui whatsapp 08122584524 atau melalui facebook : Strove Shop  twitter : @stroveshop























Bab IV
Analisis data  

Menurut analisis SWOT yaitu :

·        Strength (kekuatan)
1.     Kualitas bahan dan jaitan bagus
2.     Gambar bisa dipilih oleh pembeli
3.     Gambar sablon tidak mudah rusak
4.     Warna bevariasi
5.     Jika membeli 1 lusin maka akan di gratiskan 1 pcs baju
6.     Jika membeli 6 pcs maka akan mendapatkan potongan pada jumlah pembelian 10%
·        Weakness (kelemahan)
1.     Pengerjaan masih terlalu lama
2.     Karyawan yang masih sedikit
3.     Belum adanya toko pada aplikasi website seperti (bukalapak, tokopedia,blibli)
·        Opportunity (kesempatan)
1.     Masih sedikitnya penjual baju yang memiliki gambar rules underground
·        Threat (ancaman)
1.     Banyaknya jasa konveksi baju disekitar depok
2.      
Bab V
Kesimpulan dan saran
Berdasarkan data yang telah dibuat bahwa masih banyak yang harus ditingkatkan dari kurangnya pemasaran pada strove shop, metode door to door sangat tidak efektif karena tidak semua konsumer selalu ada dirumah saat mereka menawakan barang dagangannya.


















Daftar Pustaka

Susrini, N K. (2010). Cara Gampang Bikin Toko Online. Jakarta: PT. Gramedia Sarana Indonesia.  
Pujiyanti, F. (2015). Rahasia Cepat Menguasai Laporan Keuangan Khusus Dengan Akutansi Dasar. Jakarta. Lembar Pustaka Indonesia.
Balkis, A S., Masykur, A M,. (2016). Memahami Subjective Well-Being Guru Honorer Sekolah Dasar Negeri. Volume 5(2), 223-228
Darma, Jarot S., Shenia A. (2009). Buku Pintar Menguasai Internet. PT. Transmedia Pustaka.


PSIKOLOGI BISNIS II

Nama : Tyas Maudihastuti
NPM : 6016210103





Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila
Jakarta
2018
Bab I
Pendahuluan

Saat ini penggunaan alat elektronik menjadi sebagai bagian dari bagian hidup. Alat elektronik meupakan suatu alat yang dibuat atau dipergunakan manusia berdasarkan prinsip pada sistem elektronika. Alat elektronik merupakan suatu kebutuhan sehari-hari yang sering dkali dipergunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baik kebutuhan untuk bekerja, menghubungi orang terdekat, mencuci, menonton, belajar, dan lain sebaginya. Sebagai penjelasan lebih dalam, berikut akan pula diberikan tentang macam-macam alat eletkrotik rumah tangga.
Jaringan internet ialah  suatu gabungan sebuah jaringan dua atau lebih perangkat komputer yang ada di seluruh dunia dan bisa di bilang merupakan suatu rangkaian perangkat komputer yang terbesar di dunia, serta ukurannya akan terus mengalami suatu perkembangan hingga tanpa batas waktu yang di tentukan selama tekhnologi terus berkembang dan maju di dunia ini.
Beberapa tahun kebelakang dimulai dengan adanya tren baru yaitu penjual dan pembeli tidak perlu bertatap muka untuk melakukan transaksi jual beli. Kemajuan tersebut kini menjadi kegiatan menyenangkan untuk dan dipastikan tren tersebut akan terus bekembang. E-Commerce atau toko online merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem penjualan secara online ini dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual. Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional (tatap muka). Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, konsep toko online atau e- commerce dapat memangkas banyak biaya operasional karena penjual tidak diharuskan punya toko fisik.
Sebagai bagian dari kaum urban harus dituntut untuk semakin kreatif dalam menjalankan usaha. Maka dari itu berdasarkan fakta tersebut sangat penting untuk Strove Shop sebagai bahan acuan dalam mengetahui apa saja langkah-langkah dan strategi yang cocok untuk mengembangkan usahanya.












Bab II
Landasan Teori

Menurut (Ferra Pujiyanti, 2015) transaksi keuangan adalah suatu kegiatan yang dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Usaha penjualan baju dengan desain dibuat sendiri meupakan terobosan yang baru karena selera konsumen yang semakin bervariasi. Konsumen dapat memilih jenis kaos, gambar, desain yang mereka inginkan. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan banyak orang untuk berjualan baju secara online. Kemudahan dalam membuat online shop atau toko online membuat semakin banyaknya orang memulai untuk menjual pakaian. Philip Kotler (2000:88) menjelaskan bahwa proses sosial manaherial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.









Bab III
Hasil dan Pembahasan

Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu mewawancara narasumber. Hasilnya yaitu toko baju milik Alex Tri Prakoso, Laki-Laki berusia 25 tahun, menghabiskan masa kecilnya di Depok, Jawa Barat. Usahanya tersebut dimulai pada tahun 2013 dengan di support oleh David firmansyah sebagai creative design. Awal mula tercetus usaha ini adalah passion pada rules underground yang ada di diri mereka, tidak hanya itu kualitas barang pun sangat diperhatikan dan juga rasa ke prihatinan kepada industri kecil padahal jika ditinjau secara jauh kualitas produk indonesia dan luar negeri tidak jauh berbeda. Bahkan dari sini dapat kita simpulkan bahwa jika membeli produk dalam negeri tidak hanya sebagai kebutuhan biasa tetapi juga membantu ekonomi indonesia agar lebih maju. Barang-barang yg dijual merupakan livehalf, sistem penjualannya yaitu pemesan biasanya memesan pre order, ditargetkan minimal 6 Pcs pemesanan baju lalu kemudian akan dicetak sesuai pesanan dan dikirimkan melalui jasa ekspedisi. Atau dapat memesan langsung di alamat Kp. Areman 05/08 kel. Tugu Kec. Cimanggis, Depok. Lama pembuatan berkisar 3 hari sampai 1 minggu tergantung jumlah pesanan. Peralatan yang dipakai untuk mendesain yaitu komputer dan mesin sablon milik pribadi. Awal mula pemasaan yaitu melalui door to door, E-commerce. Untuk kontak pemesanan dapat melalui whatsapp 08122584524 atau melalui facebook : Strove Shop  twitter : @stroveshop























Bab IV
Analisis data  

Menurut analisis SWOT yaitu :

·        Strength (kekuatan)
1.     Kualitas bahan dan jaitan bagus
2.     Gambar bisa dipilih oleh pembeli
3.     Gambar sablon tidak mudah rusak
4.     Warna bevariasi
5.     Jika membeli 1 lusin maka akan di gratiskan 1 pcs baju
6.     Jika membeli 6 pcs maka akan mendapatkan potongan pada jumlah pembelian 10%
·        Weakness (kelemahan)
1.     Pengerjaan masih terlalu lama
2.     Karyawan yang masih sedikit
3.     Belum adanya toko pada aplikasi website seperti (bukalapak, tokopedia,blibli)
·        Opportunity (kesempatan)
1.     Masih sedikitnya penjual baju yang memiliki gambar rules underground
·        Threat (ancaman)
1.     Banyaknya jasa konveksi baju disekitar depok
2.      
Bab V
Kesimpulan dan saran
Berdasarkan data yang telah dibuat bahwa masih banyak yang harus ditingkatkan dari kurangnya pemasaran pada strove shop, metode door to door sangat tidak efektif karena tidak semua konsumer selalu ada dirumah saat mereka menawakan barang dagangannya.


















Daftar Pustaka

Susrini, N K. (2010). Cara Gampang Bikin Toko Online. Jakarta: PT. Gramedia Sarana Indonesia.  
Pujiyanti, F. (2015). Rahasia Cepat Menguasai Laporan Keuangan Khusus Dengan Akutansi Dasar. Jakarta. Lembar Pustaka Indonesia.
Balkis, A S., Masykur, A M,. (2016). Memahami Subjective Well-Being Guru Honorer Sekolah Dasar Negeri. Volume 5(2), 223-228
Darma, Jarot S., Shenia A. (2009). Buku Pintar Menguasai Internet. PT. Transmedia Pustaka.

Rabu, 13 Desember 2017

Bisnis review dosen

MOTIVATION, CREATION & PASSION

     Beberapa hari yang lalu, saat pelajaran psikologi bisnis ada hal yang berbeda dengan perkuliahan jumat itu. Kami dikunjungi oleh dosen tamu bernama bapak derli yang menjabat sebagai kepala HRD Transmart retail. Beliau melanjutkan pendidikan sarjananya di teknik industri, lalu melanjutkan magisternya dibidang magister manajemen. Beliau menjelaskan bahwa Dalam menjalani kehidupan dibutuhkan creation dan passion karena dibutuhkan kedua hal tersebut dalam mempertahankan diri.
     Kreasi berarti hasil daya cipta; hasil daya khayal manusia. Passion adalah sesuatu yang kita tidak pernah bosan untuk melakukannya. Tetapi ada hal yang sangat krusial, yaitu Motivasi. Motivasi adalah dinamo yang tidak terlihat dan mampu menggerakkan langkah kaki seseorang untuk tekun belajar, bekerja, berkarya, dan lain sebagainya. Jika seseorang tidak memiliki motivasi, maka tidak akan berjalan kehidupannya.

Hal yang ditekankan beliau adalah
1.agar selalu mempersiapkan diri sebelum interview. Mengetahui apa visi dan misi dari perusahaan tersebut. Apakah cocok dengan passion pelamar.
2. Lebih teliti dalam melamar pekerjaan. Jangan sampai masuk kedalam perjanjian yang sangat memberatkan pelamar. Contohnya perjanjian yang mengharuskan pelamar menaruh ijazahnya sampai waktu ditentukan. Itu sangat memberatkan, dan menyusahkan pelamar.
3. Jangan pernah bosan dalam melakukan sesuatu. Selalu memplanning hal yang akan dikerjakan
4. Selalu berani menantang diri, jangan pernah takut jika ada halangan yg menghadang. Karena setiap ada masalah selalu ada jalan. Selalu tenang. Karena menurut beliau dahulu beliau pernah diberi tantangan dibagian sub-hrd baru, belum pernah ada yg menjalankan tetapi beliau sangat yakin bahwa dapat menjalaninya




https://www.apaarti.com/kreasi.html
https://rumahbeladjar.wordpress.com/tag/apa-itu-motivasi/
www.trendilmu.com/2015/08/pengertian-tujuan-dan-contoh-motivasi.html?m=1

MOTIVATION, CREATION & PASSION

     Beberapa hari yang lalu, saat pelajaran psikologi bisnis ada hal yang berbeda dengan perkuliahan jumat itu. Kami dikunjungi oleh dosen tamu bernama bapak derli yang menjabat sebagai kepala HRD Transmart retail. Beliau melanjutkan pendidikan sarjananya di teknik industri, lalu melanjutkan magisternya dibidang magister manajemen. Beliau menjelaskan bahwa Dalam menjalani kehidupan dibutuhkan creation dan passion karena dibutuhkan kedua hal tersebut dalam mempertahankan diri.
     Kreasi berarti hasil daya cipta; hasil daya khayal manusia. Passion adalah sesuatu yang kita tidak pernah bosan untuk melakukannya. Tetapi ada hal yang sangat krusial, yaitu Motivasi. Motivasi adalah dinamo yang tidak terlihat dan mampu menggerakkan langkah kaki seseorang untuk tekun belajar, bekerja, berkarya, dan lain sebagainya. Jika seseorang tidak memiliki motivasi, maka tidak akan berjalan kehidupannya.

Hal yang ditekankan beliau adalah
1.agar selalu mempersiapkan diri sebelum interview. Mengetahui apa visi dan misi dari perusahaan tersebut. Apakah cocok dengan passion pelamar.
2. Lebih teliti dalam melamar pekerjaan. Jangan sampai masuk kedalam perjanjian yang sangat memberatkan pelamar. Contohnya perjanjian yang mengharuskan pelamar menaruh ijazahnya sampai waktu ditentukan. Itu sangat memberatkan, dan menyusahkan pelamar.
3. Jangan pernah bosan dalam melakukan sesuatu. Selalu memplanning hal yang akan dikerjakan
4. Selalu berani menantang diri, jangan pernah takut jika ada halangan yg menghadang. Karena setiap ada masalah selalu ada jalan. Selalu tenang. Karena menurut beliau dahulu beliau pernah diberi tantangan dibagian sub-hrd baru, belum pernah ada yg menjalankan tetapi beliau sangat yakin bahwa dapat menjalaninya




https://www.apaarti.com/kreasi.html
https://rumahbeladjar.wordpress.com/tag/apa-itu-motivasi/
www.trendilmu.com/2015/08/pengertian-tujuan-dan-contoh-motivasi.html?m=1

Rabu, 29 November 2017

analisis film door to door menurut psikologi bisnis

Diambil dari kisah sebenarnya yg dialami oleh bill porter, sejak lahir ia  mengalami suatu gangguan yang dinamakan cerebral palsy, dimana gerakan, keseimbangan, dan postur tubuhnya mengalami gangguan.october 1955
Dia dinasehati ibunya agar bersabar dan tekun menghadapi orang lain agar terbiasa dengannya.
Saat pertama kali ia mendapatkan pekerjaannya sebagai sales perusahaan watkins, ia dihina cacat oleh bosnya. Tapi ia tidak membalasnya, bahkan dia berjanji jika dagangan tersebut terjual maka dia menyebut bosnya sebagai pahlawan.

bill porter pun menjajakan produknya, ia menjual produknya dari rumah kerumah. Tak jarang bill porter saat mengenalkan produknya dihina seperti badan amal, bahkan diberi sumbangan. Tetapi bill porter tidak mengambil uang yg diberi tetapi langsung pamit izin pulang.

Akhirnya setelah banyaknya penolakan, produk yg bill bawa pun akhirnya terjual hampir $50. Ibunya meyakinkan bahwa bill dapat melakukannya. Hari ini dia mendapatkan $ 4.25, dia berjanji pada ibunya akan mengajak keluar kota jika setiap hari pendapatannya terus meningkat.

Ia sangat gigih, bahkan saat hujan pun ia tetap menaruh brosur dipintu konsumennya. Dan ia juga tidak mau merepotkan orang lain bahkan hanya sekedar menumpang dimobil yg membantu.

Pada tahun 1970 ia divonis oleh dokter terkena spinal stenosis karena terlalu lama berjalan jauh dan membawa barang sehingga syaraf dipunggungnya harus menggunakan penjepit selama 2 minggu.
Ia berkenalan dengan shelly soentpiet yang akhirnya membantu bill memasarkan produknya. Tapi ditahun tersebut juga ia ditinggal ibunya meninggal, ia sangat terpuruk.

Ditahun 1980 tekhnologi semakin canggih, tetapi bill masih menjajakan produknya dari rumah ke rumah. Pada hari wisuda shelly dia sangat kecewa karena shelly ternyata sudah memiliki kekasih, dia menyalahkan pekerjaan shelly padahal shelly memiliki waktu luang

Dia dinobatkan sebagai "salesman of the year" karena berkat kegigihannya dalam melakukan pekerjaaannya
Bill tidak bekerja lagi dan pensiun, ia sempat bertengkar dengan Shelly karena Bill tidak ingin di kasihani, ia ingin tetap mandiri. Sekarang Bill tinggal sendiri dan pada suatu malam, ia bertemu dengan Joey seorang wartawan yang dulu sempat takut melihat Bill. Joey mempopulerkan nama Bill Porter lewat tulisannya dalam surat kabar.

Analisis film tersebut adalah
1.  EQ ( Emotional Quotient )
Steiner (1997) menjelaskan  pengertian kecerdasan emosional adalah suatu  kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.
Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.
EQ bill sangat rendah, ia tidak sopan kepadapihak yang ingin membantunya. Padahal bill sangat membutuhkan bantuan tersebut.
2. Grit
Grit merupakan karakter kepribadian yang ditunjukan melalui perilaku untuk mempertahankan ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan (Duckworth, 2007). Setiap individu memiliki derajat grit yang berbeda beda, hal ini disebabkan grit merupakan bagian dari sifat kepribadian individu yang menentukan bagaimana individu berinteraksi dalam lingkungan yang beragam (Duckworth & Quinn, 2009).
Bill sangat tekun dan gigih terhadap pekerjaannya sebagai salesman, banyak yg mencela bahkan merendahkan dirinya karena dirinya tidak seperti orang normal produktif lainnya.
3. Interpersonal skill
Menurut Spitzberg & Cupach (dalam Muhamad) Lukman 2000:10) : “kemampuan seorang individu untuk melakukan komunikasi yang efektif”. 
Bill kurang memiliki interpersonal skill yang bagus, ia terlalu “to the point” terhadap konsumen.
4. Job satisfication
Robbins and Judge (2009) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perasaan positive tentang pekerjaan  sebagai hasil evaluasi karakter-karakter pekerjaan tersebut.

Bill selalu merasa positif sehingga ia mendapatkan reward sebagai “ salesman of the year” pada tahun 1980





Paul G. Stoltz. (2000). Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: Grasindo. 

http://global.liputan6.com/read/2965640/psikolog-iq-hanya-mitos-ini-yang-menentukan-kesuksesan-anda
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/
Diambil dari kisah sebenarnya yg dialami oleh bill porter, sejak lahir ia  mengalami suatu gangguan yang dinamakan cerebral palsy, dimana gerakan, keseimbangan, dan postur tubuhnya mengalami gangguan.october 1955
Dia dinasehati ibunya agar bersabar dan tekun menghadapi orang lain agar terbiasa dengannya.
Saat pertama kali ia mendapatkan pekerjaannya sebagai sales perusahaan watkins, ia dihina cacat oleh bosnya. Tapi ia tidak membalasnya, bahkan dia berjanji jika dagangan tersebut terjual maka dia menyebut bosnya sebagai pahlawan.

bill porter pun menjajakan produknya, ia menjual produknya dari rumah kerumah. Tak jarang bill porter saat mengenalkan produknya dihina seperti badan amal, bahkan diberi sumbangan. Tetapi bill porter tidak mengambil uang yg diberi tetapi langsung pamit izin pulang.

Akhirnya setelah banyaknya penolakan, produk yg bill bawa pun akhirnya terjual hampir $50. Ibunya meyakinkan bahwa bill dapat melakukannya. Hari ini dia mendapatkan $ 4.25, dia berjanji pada ibunya akan mengajak keluar kota jika setiap hari pendapatannya terus meningkat.

Ia sangat gigih, bahkan saat hujan pun ia tetap menaruh brosur dipintu konsumennya. Dan ia juga tidak mau merepotkan orang lain bahkan hanya sekedar menumpang dimobil yg membantu.

Pada tahun 1970 ia divonis oleh dokter terkena spinal stenosis karena terlalu lama berjalan jauh dan membawa barang sehingga syaraf dipunggungnya harus menggunakan penjepit selama 2 minggu.
Ia berkenalan dengan shelly soentpiet yang akhirnya membantu bill memasarkan produknya. Tapi ditahun tersebut juga ia ditinggal ibunya meninggal, ia sangat terpuruk.

Ditahun 1980 tekhnologi semakin canggih, tetapi bill masih menjajakan produknya dari rumah ke rumah. Pada hari wisuda shelly dia sangat kecewa karena shelly ternyata sudah memiliki kekasih, dia menyalahkan pekerjaan shelly padahal shelly memiliki waktu luang

Dia dinobatkan sebagai "salesman of the year" karena berkat kegigihannya dalam melakukan pekerjaaannya
Bill tidak bekerja lagi dan pensiun, ia sempat bertengkar dengan Shelly karena Bill tidak ingin di kasihani, ia ingin tetap mandiri. Sekarang Bill tinggal sendiri dan pada suatu malam, ia bertemu dengan Joey seorang wartawan yang dulu sempat takut melihat Bill. Joey mempopulerkan nama Bill Porter lewat tulisannya dalam surat kabar.

Analisis film tersebut adalah
1.  EQ ( Emotional Quotient )
Steiner (1997) menjelaskan  pengertian kecerdasan emosional adalah suatu  kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.
Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.
EQ bill sangat rendah, ia tidak sopan kepadapihak yang ingin membantunya. Padahal bill sangat membutuhkan bantuan tersebut.
2. Grit
Grit merupakan karakter kepribadian yang ditunjukan melalui perilaku untuk mempertahankan ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan (Duckworth, 2007). Setiap individu memiliki derajat grit yang berbeda beda, hal ini disebabkan grit merupakan bagian dari sifat kepribadian individu yang menentukan bagaimana individu berinteraksi dalam lingkungan yang beragam (Duckworth & Quinn, 2009).
Bill sangat tekun dan gigih terhadap pekerjaannya sebagai salesman, banyak yg mencela bahkan merendahkan dirinya karena dirinya tidak seperti orang normal produktif lainnya.
3. Interpersonal skill
Menurut Spitzberg & Cupach (dalam Muhamad) Lukman 2000:10) : “kemampuan seorang individu untuk melakukan komunikasi yang efektif”. 
Bill kurang memiliki interpersonal skill yang bagus, ia terlalu “to the point” terhadap konsumen.
4. Job satisfication
Robbins and Judge (2009) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perasaan positive tentang pekerjaan  sebagai hasil evaluasi karakter-karakter pekerjaan tersebut.

Bill selalu merasa positif sehingga ia mendapatkan reward sebagai “ salesman of the year” pada tahun 1980





Paul G. Stoltz. (2000). Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: Grasindo. 

http://global.liputan6.com/read/2965640/psikolog-iq-hanya-mitos-ini-yang-menentukan-kesuksesan-anda
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/

Rabu, 18 Oktober 2017

pbc #6

Motivasi dan Emosi dalam mencapai Tujuan
     Tujuan hidup saya adalah menyelsaikan bucket list yang saya buat beberapa tahun lalu. Salah satunya adalah lulus dengan tepat waktu dan nilai IP 3,5. Sebenarnya tujuan hidup saya bukan hanya menguasai dibidang akademik saja, tetapi di bagian non akademik seperti seni berkomunikasi, berorganisasi, kepribadian yang kuat, kemandirian, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan juga kecakapan memimpin.
     Karena hobi saya menantang adrenalin, hal yang saya sangat inginkan yang pertama adalah mendaki gunung yang termasuk kedalam seven summit di Indonesia maupun luar negeri. Kedua berarung jeram disungai ekuador. Danyang ketiga diving di bunaken, raja ampat dan Great Reef Barrier di Australia.
     Saya sangat suka mereview suatu produk dan membandingkan produk satu dengan yang lainnya.  Maka dari itu nanti saat skripsi saya ingin mengambil tema tersebut. Tujuan saya menjadi konselor suatu produk. Selain itu saya juga suka menyambangi daerah-daerah terpencil yang masih jarang terjamah oleh teknologi. Buat saya hal ini sangat berharga, karena saya dapat mempelajari karakteristik masyarakat Indonesia bukan hanya dari “katanya”. maka dari itu setelah lulus nanti Inshaa Allah diberi rezeki Allah SWT. Melanjutkan S2 di jurusan Antropologi atau Ekonomi.
Emosi  
     Sartre (2002 : 7) mengatakan bahwa kematangan emosi adalah keadaan seseorang yang tidak cepat terganggu rangsang yang bersifat emosional, baik dari dalam maupun dari luar dirinya, selain itu dengan kematangan emosi maka individu dapat bertindak dengan tepat dan wajar sesuai dengan situasi dan kondisi.
Motivasi
     Abraham Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.

Hasil yang saya dapatkan dari kuesioner yang dibagikan tentang EQ:
Skala 1: Kesadaran Emosi Diri
Saya mendapatkan hasil sebesar 55%.
Maksudnya, sebanyak 55% saya sadar akan emosi saya sendiri dan sebanyak 45% saya belum menyadari emosi diri saya sendiri.
Skala 2: Pengendalian Emosi
Saya mendapatkan hasil sebanyak 48%.
Maksudnya, sebanyak 48% saya dapat mengendalikan emosi diri saya sendiri dan sebanyak 52% saya belum dapat mengendalikan emosi diri saya sendiri.
Skala 3: Kesadaran Emosi Orang Lain
Saya mendapatkan hasil sebesar 67%. Artinya, sebanyak 67% saya sadar akan emosi yang dimiliki orang lain dan sebanyak 33% saya belum dapat menyadari akan emosi yang dimiliki orang lain.
Hasil yang saya dapatkan dalam personality type test:
Berdasarkan hasil tersebut, saya termasuk individu yang kuat, agresif, suka berpetualang, menguasai, suka bersosialisasi, rasional, suka mengelak.
Kesimpulan

            Untuk dapat mencapai goals yang saya inginkan dari hasil tes yang saya dapatkan, saya harus tenang, sabar, konservatf, ramah, reflektif






daftar pustaka 
www.mediapustaka.com › pendidikan
Motivasi dan Emosi dalam mencapai Tujuan
     Tujuan hidup saya adalah menyelsaikan bucket list yang saya buat beberapa tahun lalu. Salah satunya adalah lulus dengan tepat waktu dan nilai IP 3,5. Sebenarnya tujuan hidup saya bukan hanya menguasai dibidang akademik saja, tetapi di bagian non akademik seperti seni berkomunikasi, berorganisasi, kepribadian yang kuat, kemandirian, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan juga kecakapan memimpin.
     Karena hobi saya menantang adrenalin, hal yang saya sangat inginkan yang pertama adalah mendaki gunung yang termasuk kedalam seven summit di Indonesia maupun luar negeri. Kedua berarung jeram disungai ekuador. Danyang ketiga diving di bunaken, raja ampat dan Great Reef Barrier di Australia.
     Saya sangat suka mereview suatu produk dan membandingkan produk satu dengan yang lainnya.  Maka dari itu nanti saat skripsi saya ingin mengambil tema tersebut. Tujuan saya menjadi konselor suatu produk. Selain itu saya juga suka menyambangi daerah-daerah terpencil yang masih jarang terjamah oleh teknologi. Buat saya hal ini sangat berharga, karena saya dapat mempelajari karakteristik masyarakat Indonesia bukan hanya dari “katanya”. maka dari itu setelah lulus nanti Inshaa Allah diberi rezeki Allah SWT. Melanjutkan S2 di jurusan Antropologi atau Ekonomi.
Emosi  
     Sartre (2002 : 7) mengatakan bahwa kematangan emosi adalah keadaan seseorang yang tidak cepat terganggu rangsang yang bersifat emosional, baik dari dalam maupun dari luar dirinya, selain itu dengan kematangan emosi maka individu dapat bertindak dengan tepat dan wajar sesuai dengan situasi dan kondisi.
Motivasi
     Abraham Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.

Hasil yang saya dapatkan dari kuesioner yang dibagikan tentang EQ:
Skala 1: Kesadaran Emosi Diri
Saya mendapatkan hasil sebesar 55%.
Maksudnya, sebanyak 55% saya sadar akan emosi saya sendiri dan sebanyak 45% saya belum menyadari emosi diri saya sendiri.
Skala 2: Pengendalian Emosi
Saya mendapatkan hasil sebanyak 48%.
Maksudnya, sebanyak 48% saya dapat mengendalikan emosi diri saya sendiri dan sebanyak 52% saya belum dapat mengendalikan emosi diri saya sendiri.
Skala 3: Kesadaran Emosi Orang Lain
Saya mendapatkan hasil sebesar 67%. Artinya, sebanyak 67% saya sadar akan emosi yang dimiliki orang lain dan sebanyak 33% saya belum dapat menyadari akan emosi yang dimiliki orang lain.
Hasil yang saya dapatkan dalam personality type test:
Berdasarkan hasil tersebut, saya termasuk individu yang kuat, agresif, suka berpetualang, menguasai, suka bersosialisasi, rasional, suka mengelak.
Kesimpulan

            Untuk dapat mencapai goals yang saya inginkan dari hasil tes yang saya dapatkan, saya harus tenang, sabar, konservatf, ramah, reflektif






daftar pustaka 
www.mediapustaka.com › pendidikan

Rabu, 11 Oktober 2017

PBC #5 psikologi pengantar bisnis


Hubungan antara IQ, EQ, Grit, Interpersonal Skill, dan Job Satisfication  

EQ ( Emotional Quotient )
Steiner (1997) menjelaskan  pengertian kecerdasan emosional adalah suatu  kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.
Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.

Aspek EQ
-Kemampuan kesadaran diri.
-Kemampuan mengelola emosi.
-Kemampuan memotivasi diri.
-Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
-Kemampuan berhubungan dengan orang lain ( empati )

Perilaku Cerdas Emosi
-Menghargai emosi negatif orang lain.
-Sabar menghadapi emosi negatif orang lain.
-Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.
-Peka terhadap emosi orang lain.
-Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
-Tidak menganggap lucu emosi orang lain.

Sifat EQ Tinggi
-Berempati.
-Mengungkapkan dan memahami perasaan.
-Mengendalikan amarah.
-Kemampuan menyesuaikan diri.
-Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.
-Hormat, ramah, setia, dan tekun.

IQ (Intelegence  Quotient )
IQ merupakan kepanjangan dari Intelegence Quotient yang artinya ukuran kemampuan intelektuas, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ adalah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.

Ciri Ciri Perilaku Intellegence
-Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.
-Serasi tujuan dan ekonomis / efesien.
-Masalah mengandung tingkat kesulitan.
-Keterangan  pemecagannya dapat diterima
-Sering menggunakan abstraksi.
-Bercirikan kesempatan.
-Memerlukan pemusatan perhatian.

Psikologi Kapital
Menurut Luthans (2007:3) Psychological Capital adalah kondisi perkembangan positif seseorang dan dikarakteristikan oleh:
 (1) memiliki kepercayaan diri (self efficay) untuk menghadapi tugas-tugas yang menantang dan memberikan usaha yang cukup untuk sukses dalam tugas-tugas
tersebut;
(2) membuat atribusi yang positif (optimism) tentang kesuksesan di masa kini dan masa depan;
(3) tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan dan bila perlu mengalihkan jalan untuk mencapai tujuan (hope); dan
(4) ketika dihadapkan pada permasalahan dan halangan dapat bertahan dan kembali (resiliency), bahkan lebih, untuk mencapai kesuksesan. Psychological Capital memiliki 4 dimensi yaitu:
1. Self-efficacy
2. Hope
3. Optimism
4. Resiliency
Menurut Osigweh (1989), psycological capital adalah suatu
pendekatan yang dicirikan pada dimensi-dimensi yang bisa
mengoptimalkan potensi yang dimiliki individu sehingga bisa membantu  kinerja organisasi. Dimensi-dimensi tersebut adalah self-efficacy, hope, optimism, dan resiliency.

Grit
Grit merupakan karakter kepribadian yang ditunjukan melalui perilaku untuk mempertahankan ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan (Duckworth, 2007). Setiap individu memiliki derajat grit yang berbeda beda, hal ini disebabkan grit merupakan bagian dari sifat kepribadian individu yang menentukan bagaimana individu berinteraksi dalam lingkungan yang beragam (Duckworth & Quinn, 2009). Individu dengan derajat grit yang tinggi dapat berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan hidupnya sehingga mampu untuk meraih sukses. Grit memiliki dua aspek pendukung utama yaitu:
1.     Perseverance of efforts, yang diartikan sebagai upaya sungguh seseorang dalam berusaha untuk mencapai tujuan serta kemampuan bertahan dalam durasi waktu tertentu seorang individu dapat mempertahankan usahanya. Ketekunan dalam berusaha ditunjukkan melalui perilaku individu yang giat dalam bekerja keras, bertahan dalam menghadapi tantangan dan mampu berpegang teguh dengan pilihannya.
2.     Consistency of interest, adalah seberapa konsisten usaha seorang individu untuk menuju suatu tujuan. Berfokus pada minat dalam jangka waktu yang berlangsung lama. Hal ini berarti seorang individu memilih hal-hal yang penting di dalam hidupnya yaitu tujuan yang ingin dicapai serta tetap konsisten terhadap tujuan itu dalam jangka waktu yang panjang.

Interpersonal skill
Menurut Spitzberg & Cupach (dalam Muhamad) Lukman 2000:10) : “kemampuan seorang individu untuk melakukan komunikasi yang efektif”.  Kemampuan ini ditandai oleh adanya karakteristik-karakteristik psikologis tertentu yang sangat mendukung dalam menciptakan dan membina hubungan antar pribadi yang baik dan memuaskan.


Job satisfication
Robbins and Judge (2009) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perasaan positive tentang pekerjaan  sebagai hasil evaluasi karakter-karakter pekerjaan tersebut. Senada dengan itu, Noe, et. all (2006) mendefinisikan kepuasan kerja  sebagai perasaan yang menyenangkan sebagai hasil dari persepsi  bahwa pekerjaannya  memenuhi nilai-nilai pekerjaan yang penting. Selanjutnya Kinicki and Kreitner (2005) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai respon sikap atau emosi terhadap berbagai segi pekerjaan seseorang.  Definisi ini memberi arti bahwa kepuasan kerja bukan suatu konsep tunggal. Lebih dari itu seseorang dapat secara relative dipuaskan  dengan satu aspek pekerjaannya dan dibuat tidak puas dengan satu atau  berbagai aspek. Dalam pandangan yang hampir sama, Nelson  and Quick (2006) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu kondisi emosional yang positif dan menyenangkan  sebagai hasil dari  penilaian pekerjan atau pengalaman pekerjaan seseorang.
























Paul G. Stoltz. (2000). Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: Grasindo. 

http://global.liputan6.com/read/2965640/psikolog-iq-hanya-mitos-ini-yang-menentukan-kesuksesan-anda
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/

https://4312m2n.wordpress.com/2009/05/19/iq-eq-dan-sq/


Hubungan antara IQ, EQ, Grit, Interpersonal Skill, dan Job Satisfication  

EQ ( Emotional Quotient )
Steiner (1997) menjelaskan  pengertian kecerdasan emosional adalah suatu  kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.
Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.

Aspek EQ
-Kemampuan kesadaran diri.
-Kemampuan mengelola emosi.
-Kemampuan memotivasi diri.
-Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
-Kemampuan berhubungan dengan orang lain ( empati )

Perilaku Cerdas Emosi
-Menghargai emosi negatif orang lain.
-Sabar menghadapi emosi negatif orang lain.
-Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.
-Peka terhadap emosi orang lain.
-Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
-Tidak menganggap lucu emosi orang lain.

Sifat EQ Tinggi
-Berempati.
-Mengungkapkan dan memahami perasaan.
-Mengendalikan amarah.
-Kemampuan menyesuaikan diri.
-Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.
-Hormat, ramah, setia, dan tekun.

IQ (Intelegence  Quotient )
IQ merupakan kepanjangan dari Intelegence Quotient yang artinya ukuran kemampuan intelektuas, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ adalah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.

Ciri Ciri Perilaku Intellegence
-Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.
-Serasi tujuan dan ekonomis / efesien.
-Masalah mengandung tingkat kesulitan.
-Keterangan  pemecagannya dapat diterima
-Sering menggunakan abstraksi.
-Bercirikan kesempatan.
-Memerlukan pemusatan perhatian.

Psikologi Kapital
Menurut Luthans (2007:3) Psychological Capital adalah kondisi perkembangan positif seseorang dan dikarakteristikan oleh:
 (1) memiliki kepercayaan diri (self efficay) untuk menghadapi tugas-tugas yang menantang dan memberikan usaha yang cukup untuk sukses dalam tugas-tugas
tersebut;
(2) membuat atribusi yang positif (optimism) tentang kesuksesan di masa kini dan masa depan;
(3) tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan dan bila perlu mengalihkan jalan untuk mencapai tujuan (hope); dan
(4) ketika dihadapkan pada permasalahan dan halangan dapat bertahan dan kembali (resiliency), bahkan lebih, untuk mencapai kesuksesan. Psychological Capital memiliki 4 dimensi yaitu:
1. Self-efficacy
2. Hope
3. Optimism
4. Resiliency
Menurut Osigweh (1989), psycological capital adalah suatu
pendekatan yang dicirikan pada dimensi-dimensi yang bisa
mengoptimalkan potensi yang dimiliki individu sehingga bisa membantu  kinerja organisasi. Dimensi-dimensi tersebut adalah self-efficacy, hope, optimism, dan resiliency.

Grit
Grit merupakan karakter kepribadian yang ditunjukan melalui perilaku untuk mempertahankan ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan (Duckworth, 2007). Setiap individu memiliki derajat grit yang berbeda beda, hal ini disebabkan grit merupakan bagian dari sifat kepribadian individu yang menentukan bagaimana individu berinteraksi dalam lingkungan yang beragam (Duckworth & Quinn, 2009). Individu dengan derajat grit yang tinggi dapat berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan hidupnya sehingga mampu untuk meraih sukses. Grit memiliki dua aspek pendukung utama yaitu:
1.     Perseverance of efforts, yang diartikan sebagai upaya sungguh seseorang dalam berusaha untuk mencapai tujuan serta kemampuan bertahan dalam durasi waktu tertentu seorang individu dapat mempertahankan usahanya. Ketekunan dalam berusaha ditunjukkan melalui perilaku individu yang giat dalam bekerja keras, bertahan dalam menghadapi tantangan dan mampu berpegang teguh dengan pilihannya.
2.     Consistency of interest, adalah seberapa konsisten usaha seorang individu untuk menuju suatu tujuan. Berfokus pada minat dalam jangka waktu yang berlangsung lama. Hal ini berarti seorang individu memilih hal-hal yang penting di dalam hidupnya yaitu tujuan yang ingin dicapai serta tetap konsisten terhadap tujuan itu dalam jangka waktu yang panjang.

Interpersonal skill
Menurut Spitzberg & Cupach (dalam Muhamad) Lukman 2000:10) : “kemampuan seorang individu untuk melakukan komunikasi yang efektif”.  Kemampuan ini ditandai oleh adanya karakteristik-karakteristik psikologis tertentu yang sangat mendukung dalam menciptakan dan membina hubungan antar pribadi yang baik dan memuaskan.


Job satisfication
Robbins and Judge (2009) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perasaan positive tentang pekerjaan  sebagai hasil evaluasi karakter-karakter pekerjaan tersebut. Senada dengan itu, Noe, et. all (2006) mendefinisikan kepuasan kerja  sebagai perasaan yang menyenangkan sebagai hasil dari persepsi  bahwa pekerjaannya  memenuhi nilai-nilai pekerjaan yang penting. Selanjutnya Kinicki and Kreitner (2005) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai respon sikap atau emosi terhadap berbagai segi pekerjaan seseorang.  Definisi ini memberi arti bahwa kepuasan kerja bukan suatu konsep tunggal. Lebih dari itu seseorang dapat secara relative dipuaskan  dengan satu aspek pekerjaannya dan dibuat tidak puas dengan satu atau  berbagai aspek. Dalam pandangan yang hampir sama, Nelson  and Quick (2006) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu kondisi emosional yang positif dan menyenangkan  sebagai hasil dari  penilaian pekerjan atau pengalaman pekerjaan seseorang.
























Paul G. Stoltz. (2000). Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: Grasindo. 

http://global.liputan6.com/read/2965640/psikolog-iq-hanya-mitos-ini-yang-menentukan-kesuksesan-anda
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/

https://4312m2n.wordpress.com/2009/05/19/iq-eq-dan-sq/

Selasa, 03 Oktober 2017

pbc #4

ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR


Robbins-Timothy A.Judge (2011:10), Perilaku organisasi (organizational behavior) adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.

Komitmen organisasional (organizational commitment), definisinya adalah sebagai suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak  organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Jadi, keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seseorang individu,sementara komitmen norganisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut. (Robbins, 2008).
Menurut Gibson (2009:315) komitmen terhadap organisasi melibatkan tiga sikap:
 (1) identifikasi dengan tujuan organisasi ;
(2) perasaaan keterlibatan dalam tugas-tugas organisasi ;
(3) Perasaaan loyalitas terhadap organisasi. Sehingga dimaknai bahwa komitmen organisasi merupakan suatu bentuk identifikasi, loyalitas dan keterlibatan yang diekspresikan oleh karyawan terhadap organisasi.
Dimensi komitmen organisasi
1.  Komitmen   afektif,   yaitu   keikatan   emosional,   identifikasi   dan keterlibatan  dalam  suatu  organisasi.  Individu  menetap  dalam suatu organisasi karena keinginan sendiri.
2.   Komitmen kontinuans, yaitu komitmen individu yang didasarkan pada pertimbangan  tentang apa yang harus dikorbankan bila akan meninggalkan organisasi. Individu memutuskan menetap pada    suatu organisasi karena menganggapnya sebagai suatu pemenuhan kebutuhan.
3.   Komitmen normatif, yaitu keyakinan individu tentang tanggung  jawab terhadap organisasi.           Individu tetap tinggal pada suatu organisasi karena merasa wajib untuk loyal pada organisasi tersebut.


Definisi ocb : Menurut Dyne (1994) perilaku tersebut biasa disebut sebagai extra role atau Organizational Citizenship Behavior (OCB) yaitu sikap atau perilaku pegawai yang melebihi apa yang ditugaskan di luar job description dan memperoleh reward secara tidak langsung dari organisasi. Luthans (2002)
menyebutkan bahwa OCB dapat dilihat dalam lima kategori dasar yaitu
1. altruism : perilaku yang merefleksikan kepedulian yang tidak egois terhadap kesejahteraan orang lain (Baron &Byrne, 2004).
2. conscientiousness : perilaku melebihi tuntutan tugas dan dikerjakan dengan baik (Aldag, 1997).
3.  civic virtue : perilaku berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap kelangsungan hidup organisasi (Greenberg & Baron, 2000).
4. Sportsmanship : perilaku memahami keadaan yang kurang ideal tanpa mengeluh, menahan diri agar tidak mengeluh (Aldag, 1997).
5. courtesy : perilaku bersikap sopan dan sesuai aturan, sehingga mencegah timbulnya konflik interpersonal ( Greenberg & Baron, 2000).
·         Variabel-variabel Organization Citizenship Behavior (OCB)
A complex mosaic individual, social, and organizational variables determines organizational citizenship behavior, for example, the personality, attitudes, and needs.


Yuniasanti, Reny. (2014). Organizational Citizenship Behavior (OCB) Ditinjau dari Persepsi
Karyawan Tetap Instansi Pemerintah terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Atasan. Jurnal Psikologi Taburasa Volume 9, No.2, Oktober 2014: 86 – 98.
http://ayukberbagi.blogspot.co.id/2013/03/organizational-citizenship-behavior-ocb.html
http://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/9092-dimensi-dimensi-komitmen-organisasi.html
http://blogharalazmi.blogspot.co.id/2012/06/komitmen-organisasional.html


ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR


Robbins-Timothy A.Judge (2011:10), Perilaku organisasi (organizational behavior) adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.

Komitmen organisasional (organizational commitment), definisinya adalah sebagai suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak  organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Jadi, keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seseorang individu,sementara komitmen norganisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut. (Robbins, 2008).
Menurut Gibson (2009:315) komitmen terhadap organisasi melibatkan tiga sikap:
 (1) identifikasi dengan tujuan organisasi ;
(2) perasaaan keterlibatan dalam tugas-tugas organisasi ;
(3) Perasaaan loyalitas terhadap organisasi. Sehingga dimaknai bahwa komitmen organisasi merupakan suatu bentuk identifikasi, loyalitas dan keterlibatan yang diekspresikan oleh karyawan terhadap organisasi.
Dimensi komitmen organisasi
1.  Komitmen   afektif,   yaitu   keikatan   emosional,   identifikasi   dan keterlibatan  dalam  suatu  organisasi.  Individu  menetap  dalam suatu organisasi karena keinginan sendiri.
2.   Komitmen kontinuans, yaitu komitmen individu yang didasarkan pada pertimbangan  tentang apa yang harus dikorbankan bila akan meninggalkan organisasi. Individu memutuskan menetap pada    suatu organisasi karena menganggapnya sebagai suatu pemenuhan kebutuhan.
3.   Komitmen normatif, yaitu keyakinan individu tentang tanggung  jawab terhadap organisasi.           Individu tetap tinggal pada suatu organisasi karena merasa wajib untuk loyal pada organisasi tersebut.


Definisi ocb : Menurut Dyne (1994) perilaku tersebut biasa disebut sebagai extra role atau Organizational Citizenship Behavior (OCB) yaitu sikap atau perilaku pegawai yang melebihi apa yang ditugaskan di luar job description dan memperoleh reward secara tidak langsung dari organisasi. Luthans (2002)
menyebutkan bahwa OCB dapat dilihat dalam lima kategori dasar yaitu
1. altruism : perilaku yang merefleksikan kepedulian yang tidak egois terhadap kesejahteraan orang lain (Baron &Byrne, 2004).
2. conscientiousness : perilaku melebihi tuntutan tugas dan dikerjakan dengan baik (Aldag, 1997).
3.  civic virtue : perilaku berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap kelangsungan hidup organisasi (Greenberg & Baron, 2000).
4. Sportsmanship : perilaku memahami keadaan yang kurang ideal tanpa mengeluh, menahan diri agar tidak mengeluh (Aldag, 1997).
5. courtesy : perilaku bersikap sopan dan sesuai aturan, sehingga mencegah timbulnya konflik interpersonal ( Greenberg & Baron, 2000).
·         Variabel-variabel Organization Citizenship Behavior (OCB)
A complex mosaic individual, social, and organizational variables determines organizational citizenship behavior, for example, the personality, attitudes, and needs.


Yuniasanti, Reny. (2014). Organizational Citizenship Behavior (OCB) Ditinjau dari Persepsi
Karyawan Tetap Instansi Pemerintah terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Atasan. Jurnal Psikologi Taburasa Volume 9, No.2, Oktober 2014: 86 – 98.
http://ayukberbagi.blogspot.co.id/2013/03/organizational-citizenship-behavior-ocb.html
http://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/9092-dimensi-dimensi-komitmen-organisasi.html
http://blogharalazmi.blogspot.co.id/2012/06/komitmen-organisasional.html


 
tyas maudi hastuti Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template